
Surabaya, (DOC) – Kawasan eks Hi-Tech Mall kini resmi bertransformasi menjadi Surabaya Urban Creative Hub (SUBEC), wadah inklusif bagi generasi muda hingga kelompok disabilitas untuk berkreasi, berkolaborasi, dan membangun ekonomi kreatif.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan komitmennya untuk menjadikan SUBEC sebagai markas utama kreativitas sekaligus destinasi wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan.
Hal tersebut disampaikannya saat menyerahkan penghargaan Surabaya Startup Festival (SSF) 3.0 dalam rangkaian Creative Community Days 2026 di SUBEC, Sabtu (7/11/2026).
“Tempat ini memang saya impikan menjadi tempat kreatifnya anak muda Surabaya. Hari ini bisa terwujud, arek-arek Suroboyo yang punya kreativitas di bidang seni, lukisan, desain, maupun bidang lainnya bisa berkumpul dan berkembang di sini,” ujar Eri.
Tak sekadar menjadi ruang pameran temporer, Pemkot Surabaya mendorong agar karya yang lahir dari SUBEC memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.
Eri meminta jajaran Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudporapar) serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) untuk memberikan pendampingan dan akses pemasaran yang konkret.
Bahkan, ia menginstruksikan agar para peserta kompetisi yang belum memiliki stan jualan dapat memanfaatkan SUBEC sebagai tempat memasarkan produk mereka secara permanen.
“Kalau ada yang ikut lomba dan belum punya stan, taruhlah di tempat ini. Sehingga mereka bisa berkelanjutan memamerkan apa yang menjadi terbaik hari ini. Kalau ada yang mau beli, tempatnya di sini,” tegasnya.
Prinsip kesetaraan juga menjadi perhatian utama. SUBEC dirancang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk pelaku usaha dan seniman penyandang disabilitas.
“Siapa pun yang punya prestasi, siapa pun yang kreatif, semuanya harus mendapatkan kesempatan. Tadi ada teman-teman disabilitas juga diberikan stan. Inilah kesetaraan, tidak ada yang tertinggal di Kota Surabaya,” tambah Eri.
Dengan ekosistem yang terus diperkuat, Eri optimistis SUBEC akan menjadi ikon baru kota. “Kalau orang ke Surabaya, belum ke SUBEC, maka dia merasa belum ke Surabaya. Ini yang harus kita ciptakan,” ucapnya.
Animo Tinggi di SSF 3.0
Dukungan terhadap ekosistem kreatif di SUBEC juga dibuktikan melalui gelaran Surabaya Startup Festival (SSF) 3.0. Investment Partner Ozora Yatrapaktaja, Andre Oentoro, mengungkapkan bahwa animo pelaku usaha muda sangat tinggi hingga menembus 380 pendaftar jauh melampaui target awal sebanyak 150 peserta.
Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 50 pelaku usaha lolos kurasi untuk mengikuti inkubasi bisnis mendalam, mulai dari workshop selling dan branding, penguatan model bisnis, hingga pitching clinicbersama praktisi dan ahli hukum.
“Melalui SSF 3.0, kami ingin peserta melihat kembali apakah produknya menjawab kebutuhan pelanggan, apakah timnya memiliki pembagian kerja yang jelas, dan apakah arus kasnya cukup untuk menjalankan rencana berikutnya,” jelas Andre.





