
Surabaya,(DOC) – Pemasangan block rail di jalan Ahmad Yani, tepatnya depan Rumah Sakit Islam (RSI) Wonokromo tak segera dikerjakan.
Hal ini membuat kemacetan lalu lintas disekitar lokasi proyek tersebut, tak kunjung terurai, terutama di jam sibuk, pagi dan sore.
Sebelumnya Pemkot Surabaya berjanji pemasangan block rail ini akan selesai akhir bulan Oktober 2018.
Meskipun disekitar lokasi proyek, material block rail sudah tersedia dan tertata rapi ditepi jalan, Senin(5/11/2018).
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati, mengakui, jika pemasangan block rail molor dari jadwal perencanaan lantaran terkendala perizinan.
“Kita sebenarnya sudah dapat izin dari PT KAI. Kita dikasih izin untuk mengerjakan dua jam dalam sehari. Tapi ternyata butuh izin lagi. Yaitu dari PT KAI ke rekanan yang memasang block rail itu,” katanya.
Menurut dia, izin pengerjaan ke PT KAI sudah dikirimkan beberapa waktu lalu, namun hingga kini belum juga turun.
Upaya untuk mempercepat proses perizinan itu, sudah dilakukan olehnya, yakni dengan menghubungi langsung pihak PT KAI.
“Tapi nyatanya hingga kini masih belum dikeluarkan,” tambahnya.
Pengerjaan block rail ini, lanjut Erna, hanya butuh waktu beberapa minggu saja. Apalagi bahan-bahan dan peralatannya sudah disiapkan oleh Pemkot Surabaya.
Alat-alat yang telah disediakan Pemkot diantaranya penambahan kepas palang pintu Kereta Api(KA), pergeseran pos pintu palang, dan pengaspalan jalan disekitar lokasi bottle neck yang terjadi karena belum terpasangnya block rail KA.
“Semuanya sudah siap, tinggal pemasangan block railnya di lintasan kereta api,” terangnya.
Kata Erna, sekarang perlintasan rel KA yang akan dipasangi block rail sudah ditutup dengan barier. Pemasangan itu juga untuk penanda bahwa proyek akan segera dimulai.
“Kita berharap izinnya segera keluar. Kayaknya emang harus dapat izin supaya sesuaikan waktu pengerjaan dan juga jadwal kereta api melintas,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Vinsensius Awey mengeluhkan, molornya pengerjaan proyek ini.
Ia menganggap perencanaan dari Pemkot yang kurang baik.
Pada bulan Agustus lalu Pemkot sudah melelang, tapi molor karena ada komponen matrial yang belum dimasukkan sehingga tidak ada kontraktor pelaksana yang minat. Kemudian lelang dilanjutkan lagi dengan memasukkan komponen tersebut, pada lelang-lelang berikutnya. “Dengan demikian janji Oktober selesai, harusnya terlaksana dong. Namun nyatanya sampai masuk November jalan masih menyempit dan block rail belum juga terpasang,” tandas Awey.
Sekarang muncul lagi masalah baru, yakni soal perizinan. Ia menambahkan, apabila soal perizinan dari PT KAI menyulitkan, mengapa PT KAI bersedia membantu Pemkot menyediakan komponen material yang susah di cari dipasaran.
Artinya, lanjut Awey, antara pihak Pemkot dan PT KAI sudah terjalin komunikasi dengan baik, karena telah ada kerjasama penyediaan material pemasangan block rail.
“Ini izin apalagi. Seharusnya Pemkot menyiapkan sejak awal terutama soal perizinan pengerjaan. Apalagi komunikasi sudah terjalin dengan baik. Jangan sampai berlarut-larut hingga merugikan para pengguna jalan yang selalu terjebak macet ketika melintas dijalan itu,” pungkas Politisi partai NasDem.(robby/r7)