Surabaya,(DOC) – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Surabaya menyampaikan bahwa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Surabaya bisa dilakukan dengan berbasis mikro.
Hal ini disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya, Akhmad Suyanto. Menurut dia, sebelum PPKM Darurat, Pemkot Surabaya kan sudah melakukan PPKM Mikro. Dengan pelibatan Lurah, RT, RW, sebagai ujung tombak. ” Ketika sekarang PPKM Darurat, maka sebetulnya kan tinggal melanjutkan saja pembatasan di skala kota, tanpa mengubah kegiatan di tingkat RT/RW yang selama ini telah berjalan,” ujar dia saat dikonfirmasi Minggu (11/7/2021).
Lebih jauh, Akhmad Suyanto menyoroti berbagai kegiatan PPKM Darurat yang justru menimbulkan kerumunan. Antara lain vaksinasi massal. “Sudah betul yang dilakukan Pemkot Surabaya sebelum ini. Yakni vaksinasi di Puskesmas dan di balai-balai RW. Ini memudahkan pengelolaan dan pemantauan warga oleh RT/ RW setempat. Warga juga tidak perlu jauh-jauh ke Gelora 10 November.
Di lokasi mereka kepanasan. Memang ada bagusnya terpapar sinar matahari untuk menambah vitamin D, tetapi perlu diingat terpapar sinar UV tinggi dalam waktu berlebih juga tidak baik untuk kesehatan tubuh. Dan yang pasti tidak terjadi kerumunan skala besar.
Akhmad Suyanto yang juga anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya ini mengingatkan bahwa protokol kesehatan itu mesti dilakukan bersamaan, tidak terpisah-pisah. “Menghindari kerumunan itu protokol kesehatan. Meskipun memakai masker dan menjaga jarak, tetap saja tidak boleh berkerumun. Apalagi sampai ratusan bahkan ribuan orang dalam satu waktu. Prinsip tracing menjadi sulit dilakukan jika kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”ungkap dia.
Dia mengaku mendukung percepatan vaksinasi dengan berbasis RT-RW. “Beberapa waktu lalu Wali Kota juga sudah mengaktifkan kembali Satgas Kampung Tangguh, Kampung Wani. Wani Jogo, Wani Ngandani, Wani Sehat, Wani Sejahtera. Bahkan, sudah memberikan insentif kepada Satgas Kampung Wani. Ini bisa diteruskan dengan pemantauan dan pelaksanaaan vaksinasi, disamping melakukan tugas-tugas yang selama ini berjalan,”tandas dia.
Dengan penerapan protokol kesehatan 5M dengan ketat, 3T, serta percepatan vaksinasi, Akhmad Suyanto meyakini grafik penderita Covid-19 di Surabaya akan melandai. “Kita optimistis upaya-upaya ini akan menurunkan angka pandemi. Karena itu, mari kita laksanakan dengan disiplin. Dan sebagai pemangku kebijakan, Pemkot dan DPRD Kota Surabaya harus melakukan monitoring dan evaluasi secara harian. Mana yang efektif, mana yang harus dibenahi. Intinya untuk kemaslahatan seluruh warga kota. Kita optimistis,” pungkas dia.(dhi/r7)





