Angka Inflasi Surabaya 5,11 Persen, Pemkot Gelar Pasar Murah

Angka Inflasi Surabaya 5,11 Persen, Pemkot Gelar Pasar Murah

Surabaya,(DOC)Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat angka inflasi year-on-year (yoy) pada periode Januari ke Februari 2026 mencapai 5,11 persen. Kenaikan tarif listrik, harga emas, serta fluktuasi harga bahan pokok menjadi motor utama pendorong inflasi di Kota Pahlawan.

Bacaan Lainnya

Kepala BPS Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menjelaskan bahwa secara month-to-month (mtm), inflasi berada di angka 0,99 persen. Salah satu faktor signifikan yang membedakan kondisi tahun ini dengan tahun lalu adalah kebijakan subsidi energi.

“Tarif listrik pada Februari tahun lalu mendapatkan stimulus diskon dari pemerintah yang menekan angka inflasi. Berbeda dengan tahun ini, di mana kebijakan tersebut tidak lagi diberlakukan,” jelas Arrief dalam keterangannya. Tercatat, sektor listrik menyumbang andil inflasi sebesar 1,93 persen, disusul emas 1,18 persen, bahan pokok 0,49 persen, dan angkutan udara 0,18 persen.

Selain faktor energi, Arrief menyoroti lonjakan permintaan emas dan bahan pokok akibat berdekatannya momen keagamaan seperti Imlek, Nyepi, dan Ramadan. Cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir juga menjadi tantangan besar pada rantai produksi dan distribusi komoditas seperti cabai rawit dan beras premium.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, menyatakan bahwa meski angka inflasi tahunan tergolong tinggi, posisi year-to-date (ytd) Surabaya masih berada di level 0,83 persen atau dalam batas aman.

“Kami terus melakukan langkah antisipasi melalui strategi pengendalian harga, seperti gelar pasar murah dan sidak rutin di pasar-pasar setiap pekan,” kata Vykka.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Surabaya melalui BUMD Surya Kreasi Pangan (SKP) berencana mengelola peternakan ayam mandiri di lahan seluas lima hektar di wilayah Menganti. Proyek yang diprediksi mulai berjalan pertengahan tahun ini diharapkan mampu mengamankan stok daging ayam domestik dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh: 189 Stan Disiapkan, Lebih Tertata dan Nyaman

Senada dengan langkah tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga melalui Gerakan Pangan Murah yang dilakukan serentak di 31 kecamatan. “Kami fokus pada komoditas beras, telur, dan minyak. Semoga di akhir Ramadan ini masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait