Babinsa Sumur Welut Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Lele dan Ayam Petelur

Babinsa Sumur Welut Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Lele dan Ayam PetelurSurabaya,(DOC)Babinsa Kelurahan Sumur Welut, Koramil 0830-21/Lakarsantri, aktif menjalankan program ketahanan pangan dengan mengembangkan budidaya ikan lele dan ayam petelur di makoramil 0830/21 Lakarsantri. Program ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat di wilayah binaannya agar dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Sertu Wisnu, Babinsa Sumur Welut, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan pangan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan lahan terbatas, masyarakat tetap bisa berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga,” ujar Sertu Wisnu.

Bacaan Lainnya

Budidaya ikan lele dilakukan dengan sistem kolam terpal sederhana, sementara untuk ayam petelur, dibuat kandang kolektif yang dirawat bersama warga. Selain memberikan pasokan pangan bagi keluarga, kegiatan ini juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi warga sekitar. Lele dan telur yang dihasilkan dapat dijual ke pasar atau digunakan untuk konsumsi pribadi, meningkatkan ketahanan pangan di tingkat keluarga.

Danramil 0830-21/Lakarsantri, Mayor Kav Dhani Sutrisno Waluyo, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif para Babinsa di wilayah. “Upaya ini sejalan dengan program TNI AD dalam membantu pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional, serta mendorong kemandirian pangan masyarakat,” katanya.

Mayor Dhani menambahkan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi warga, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan berbasis komunitas. Hal ini penting untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin besar dan menjaga stabilitas pangan di masa depan.

Koramil 0830-21 Lakarsantri berharap kegiatan ini dapat berkembang lebih luas di Kecamatan Lakarsantri dan sekitarnya. Selain itu, mereka berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan dengan melibatkan lebih banyak warga dan kelompok tani untuk menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan. Ini merupakan langkah nyata dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(lup/r7)

Pos terkait