D-ONENEWS.COM

Bahu Jalan Menuju Gunung Bromo Longsor, Wisatawan Diimbau Ekstra Waspada

Foto: (ilustrasi) Gunung Bromo

Probolinggo,(DOC) – Para wisatawan yang hendak menuju Gunung Bromo diimbau ekstra harti-hati dan waspada, lantaran terdapat bahu jalan yang mengalami longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melansir bahu jalan yang mengalami longsor terjadi pada Kamis(5/12/2019) malam dengan panjang sekitar 17 meter dan tinggi 10 meter, jalan arah ke Gunung Bromo. Tepatnya pada koordinat -7,91358, 113,03242, 1273,9m, 266° Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura.

“Diimbau kepada masyarakat atau wisatawan yang melalui jalur tersebut untuk lebih berhati hati dan waspada,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD, Anggit Hermanuadi, Jumat(6/12/2019).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor ini dan lokasi yang longsor kini diberi tanda yellow line.

“Pusdalops PB melakukan koordinasi dengan relawan, Tagana dan masyarakat. Sebagai upaya darurat TRC PB menuju lokasi untuk melakukan assessment dan pemasangan yellow line bersama Tagana dan PUPR sebagai tanda peringatan,” jelasnya.

Bahu jalan yang ambrol adalah Tembok Penahan Tebing (TPT) di ruas Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura. Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) membuat penahan tebing dari karung pasir. Tujuannya mengarahkan air hujan di jalan supaya tidak memperparah longsoran.

“Sejak tadi pagi, Jumat(6/12/2019), kami sudah di lokasi untuk memetakan langkah darurat. Usai shalat Jumat dilanjutkan dengan menyusun karung-karung pasir di lokasi,” ungkap Kabid Bina Marga DPUPR, Asrul Bustami.

Selain itu rambu-rambu juga ditambah untuk memperkuat langkah kedaruratan yang dilakukan oleh BPBD. Pasca TPT program Provincial Road Improvement Maintenance (PRIM) ambrol, petugas TRC BPBD memasang garis kuning.

“Selain itu, juga menambahi rambu-rambu supaya pengendara lebih berhati-hati,” kata Arsul.

TPT diduga tak kuat menahan terusan air sungai pasca-hujan lebat. Sehingga, membuat longsor dan separuh jalan di bawah tugu penanda wisata Agropolitan retak. Warga sekitar memberi tanda seadanya, seperti karung berisi pasir dengan ditambah tangkai pohon agar memperjelas tanda.(imam/komc)

Loading...

baca juga