
Surabaya,(DOC) – Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada Selasa(1/10/2019) hari ini, memiliki kesan khusus bagi Luthfiyah anggota Fraksi Gerindra DPRD Surabaya periode 2019-2024.
Menurut anggota legislatif tiga periode ini, dengan moment ini, makna Pancasila bisa dalami lagi untuk menghidupkan jiwa patriotisme masyarakat Indonesia demi mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran.
“Pancasila merupakan dasar dan pedoman negeri ini, sehingga perlu dihayati dan diamalkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun masalahnya banyak yang belum paham dan bahkan ada yang belum hafal,” ungkap Luthfiyah, Selasa,(1/10/2019)
Untuk menumbuhkan nilai-nilai Pancasila, kata Luthfiyah, bisa dilakukan melalui pendidikan atau pelatihan-pelatihan tentang dasar-dasar ideologi, terutama kepada generasi penerus.
Ia menambahkan, tergerusnya nilai-nilai Pancasila yang terjadi pada penerus bangsa ini, merupakan tanggungjawab pemerintah, pejabat, dan seluruh elemen bangsa.
“Di sekolah, kuliah bisa di sisipkan lagi pelajaran pancasila. Dulu kan ada pelajaran filsafah pancasila, penghayatan pancasila dan macam-macam. Tapi sekarang malah di kurangi sehingga generasi penerus sudah banyak tak pernah memahami. Ini adalah tanggungjawab kita semua, pemimpin negera, pejabat pemerintahan, gubernur, wali kota dan anggota dpr yang harus terus menerus memberikan teladan. Sekarang harus di dimulai lagi,” tambahnya.
Luthfiyah mengharapkan, pemutaran film-film dokumenter di prakarsai oleh pemerintah di hidupkan kembali. Mengingat para generasi muda perlu mengetahui ideologi bangsa ini sehingga kedepan tak salah haluan.
“Cuma film sejarahnya yang bener, jangan dipleset-plesetkan. Apalagi ada titipan untuk kepentingan pihak -pihak tertentu. Sehingga ideologi kita tidak tercemari,” tandas Luthfiyah.
Didalam sila-sila Pancasila, semuanya sudah komplit diatur mulai dari ekonomi, sosial, politik dan agama.
Ia menambahkan, Pancasila bukan dihafalkan melainkan di implementasikan dalam kehidupan.
“Pernah ada mahasiswa yang studi ke saya dan bertanya soal agama tidak boleh dicampur adukkan dalam politik. Hal ini pemikiran yang harus diluruskan, karena agama merupakan pondasi untuk menjalan segala aspek, politik, ekonomi sampai persoalan kerja,” urainya.
Dengan agama yang kuat, lanjut Luthfiyah, maka tak ada lagi korupsi, fitnah, perzinaan dan keburukan lain yang merusak moral bangsa. Hal itu semua juga sudah ada di sila per-sila Pancasila mulai sila pertama sampai ke lima.
“Pertama Ketuhanan dan terpenting sila ke 5 soal Keadilan Sosial dalam kerakyatan yang mencakup segala aspek,” pungkasnya.(robby)





