Banyak Desa Belum Punya PAUD, Dua Menteri Susun Solusi Serius

Banyak Desa Belum Punya PAUD, Dua Menteri Susun Solusi Serius
Banyak Desa Belum Punya PAUD, Dua Menteri Susun Solusi Serius

Jakarta,(DOC) – Masih banyak desa di Indonesia yang belum memiliki satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini di ungkapkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat bertemu dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Yandri Susanto, di Jakarta, Kamis (16/1).

“Masih banyak desa yang tidak memiliki PAUD. Padahal, pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama dalam membentuk karakter, sebagaimana di terapkan di banyak negara,” ujar Mu’ti.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal itu, Menteri Yandri menyebut bahwa salah satu hambatan utama adalah keterbatasan sumber daya manusia. Ia mengatakan bahwa pembangunan fasilitas bisa dilakukan, namun tantangannya sering kali terletak pada ketersediaan tenaga pendidik.

Sebagai tindak lanjut, kedua kementerian berkomitmen menyusun kesepakatan bersama untuk mendorong hadirnya PAUD di seluruh desa. Langkah awal yang di rencanakan adalah penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antar kementerian.

Kesepakatan ini akan mencakup pendirian lembaga TK, perekrutan relawan pendidikan dari kalangan muda, dan program pelatihan bagi tenaga pendidik.

Selain mendorong kehadiran PAUD baru, kementerian juga menargetkan peningkatan kualitas layanan di PAUD yang sudah ada. Revitalisasi ini akan menyasar semua jenis lembaga, termasuk PAUD yang di kelola oleh swasta, yang jumlahnya jauh lebih banyak di banding sekolah negeri.

Menteri Yandri menyambut baik rencana tersebut. Ia menyatakan bahwa Kemendes PDT akan melakukan sinkronisasi data PAUD bersama Kemendikdasmen. Dari proses tersebut, akan di tentukan lokasi-lokasi prioritas untuk pengembangan dan peningkatan layanan PAUD.

Rencana kerja sama ini akan di kemas dalam sebuah acara bertajuk Festival Bangun Desa Bangun Pendidikan, sebagai wujud komitmen bersama kedua lembaga.

Dalam pernyataannya, Menteri Yandri menegaskan bahwa pembangunan bangsa harus di mulai dari desa.
Ia ingin menjadikan desa sebagai tempat yang layak untuk tumbuh dan menetap, mulai dari sekolah, bekerja, membangun keluarga, hingga akhir hayat. (r6)

Pos terkait