Jakarta,(DOC) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) optimistis kebutuhan gula konsumsi nasional sepanjang 2026 dapat di penuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri tanpa perlu melakukan impor. Keyakinan tersebut di dasarkan pada kuatnya stok awal serta proyeksi produksi gula nasional yang diperkirakan mencapai 2,72 juta ton pada 2026.
Bapanas mencatat, stok awal atau carry-over stock gula konsumsi dari 2025 ke 2026 berada di kisaran 1,437 juta ton. Dengan asumsi kebutuhan gula nasional sekitar 236,4 ribu ton per bulan, stok tersebut di nilai cukup untuk menopang konsumsi masyarakat hingga enam bulan pertama 2026.
“Pemerintah memutuskan tidak perlu ada impor gula konsumsi pada 2026. Stok awal dan produksi nasional telah mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan I Gusti Ketut Astawa dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (3/1).
Dengan tambahan produksi domestik sebesar 2,72 juta ton sepanjang 2026, stok akhir gula konsumsi di proyeksikan berada di kisaran 1,32 juta ton. Jumlah tersebut di nilai aman untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi dinamika permintaan selama satu tahun penuh.
Kebijakan tanpa impor gula konsumsi ini juga tercermin dalam proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 yang di susun Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah menilai penguatan produksi dalam negeri menjadi kunci utama menjaga ketahanan pangan strategis.
“Stok dan produksi pangan nasional secara keseluruhan sudah kuat dan mampu memenuhi konsumsi dalam negeri,” lanjut Ketut.
Komoditas Pangan Lain
Selain gula, Bapanas mencatat sejumlah komoditas pangan strategis lain berada dalam kondisi surplus. Produksi bawang merah nasional pada 2025 tercatat mencapai 1,397 juta ton, lebih tinggi di bandingkan kebutuhan konsumsi tahunan sebesar 1,239 juta ton.
Produksi cabai besar dan cabai rawit masing-masing mencapai 1,609 juta ton dan 1,744 juta ton pada 2025, melampaui kebutuhan konsumsi nasional yang berada di bawah satu juta ton untuk masing-masing komoditas.
Di sektor protein hewani, produksi telur ayam ras pada 2025 tercatat 6,532 juta ton, sedikit lebih tinggi di bandingkan konsumsi nasional sebesar 6,487 juta ton. Sementara produksi daging ayam ras mencapai 4,287 juta ton dengan konsumsi sekitar 4,139 juta ton.
Kepastian pemenuhan gula konsumsi tanpa impor ini mencerminkan komitmen Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat produksi pangan domestik. Kebijakan tersebut di arahkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan sepanjang 2026. (r6)





