
Surabaya, (DOC) – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya sukses mendorong UMKM lokal naik kelas. Salah satu bukti keberhasilannya ditunjukkan oleh Batik Bu Dar, UMKM asal Mojokerto binaan KAI Daop 8 yang dipercaya tampil pada ajang berkelas nasional, Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.
Keikutsertaan Batik Bu Dar di IFW 2026 menjadi capaian strategis dalam memperkenalkan motif batik khas Mojokerto ke panggung fashion nasional sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas. Hal ini membuktikan bahwa pendampingan yang berkesinambungan mampu meningkatkan daya saing industri kreatif daerah.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa keberhasilan Batik Bu Dar merupakan hasil sinergi antara BUMN dan pelaku usaha lokal dalam menciptakan kemandirian ekonomi.
“Keberhasilan Batik Bu Dar tampil di Indonesia Fashion Week 2026 menunjukkan bahwa pembinaan UMKM yang tepat sasaran mampu membuka akses pasar yang jauh lebih luas. Kami berkomitmen menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Mahendro, Rabu (5/8/2026).
Untuk mendukung pembinaan UMKM dan pemberdayaan masyarakat secara lebih luas, KAI Daop 8 Surabaya mencatatkan lonjakan penyaluran dana TJSL sebesar 56 persen pada Semester I 2026. Nilai bantuannya mencapai Rp245,288 juta, naik signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp156,659 juta.
Selain fokus pada pengembangan UMKM melalui pendampingan dan perbaikan kualitas produk, alokasi dana TJSL tersebut disalurkan untuk bantuan sarana ibadah, sembako, fasilitasi panti rehabilitasi disabilitas, hingga program penghijauan lingkungan di wilayah operasional Daop 8 Surabaya.





