Probolinggo,(DOC) – Dua kali gempa bumi yang mengguncang wilayah Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (18/7/2025), berdampak hingga ke wilayah Kabupaten Probolinggo. Akibatnya, sedikitnya 16 rumah warga di Kecamatan Tiris mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarif, menyebutkan gempa pertama terjadi pada pukul 04.55 WIB dengan magnitudo 1,9. Gempa kedua, yang lebih kuat, terjadi pada pukul 19.19 WIB dengan magnitudo 3,3. Episenter gempa berada di darat, tepatnya 19 kilometer timur laut Lumajang, dengan kedalaman 7 kilometer.
“Getaran terasa cukup kuat, terutama di Kecamatan Tiris. Sejauh ini, kami mencatat 16 rumah mengalami kerusakan, mulai dari retak hingga sebagian dinding ambrol,” ujar Oemar saat dikonfirmasi pada Sabtu (19/7/2025).
Enam desa terdampak adalah Desa Tiris, Ranu Segaran, Ranu Gedang, Ranu Agung, Jangkang, dan Andung Sari. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Beberapa rumah yang tercatat mengalami kerusakan antara lain milik Kaprawi dan Rokso di Desa Ranu Segaran; rumah Muhamad Arif, Sugianto, Rais, Hendri Hermanto, Dani Agung Setiawan, Latip, Samo, Sandar, dan Ribut Wahidi di Desa Tiris; rumah Sunardi di Desa Ranu Gedang; serta rumah Fathur Rosi di Desa Ranu Agung.
Meski kerusakan cukup signifikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tim BPBD bersama relawan segera turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan darurat.
“Kami telah mendistribusikan terpal, paket makanan, hygiene kit, dan pakaian kepada warga terdampak,” jelas Oemar.
Terkait isu gempa susulan, BPBD meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami imbau warga untuk menjauhi bangunan yang rusak. Pastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditempati kembali,” pungkasnya.(r7)





