Lumajang,(DOC) – Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan akan menyalurkan Uang Tunggu Hunian (UTH) bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang hingga kini masih tinggal di pengungsian. Kebijakan ini di berikan sembari menunggu kepastian lokasi lahan yang akan di ajukan untuk pembangunan hunian tetap (huntap).
Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, menegaskan bahwa UTH merupakan bentuk perhatian pemerintah bagi warga yang rumahnya sudah tidak dapat di tempati.
“Selain bantuan kebutuhan dasar, nanti ada uang tunggu hunian sampai kemudian kami menemukan secara jelas lahan yang bisa diajukan untuk pembangunan hunian tetap,” ujarnya.
Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari
Bupati Indah juga menyampaikan bahwa status tanggap darurat erupsi Semeru resmi di perpanjang selama tujuh hari. Keputusan ini mengacu pada rekomendasi Kementerian ESDM karena aktivitas Gunung Semeru masih berpotensi memunculkan Awan Panas Guguran (APG) maupun erupsi susulan.
“Dari Kementerian ESDM di perintahkan untuk memperpanjang tanggap darurat. Saya sudah menandatangani SK tanggap darurat untuk tujuh hari ke depan,” jelasnya.
Selama masa perpanjangan tanggap darurat, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Pemkab meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk tidak kembali beraktivitas di zona rawan bencana.
“Kalau yang memiliki hunian tetap silakan menempati rumahnya. Tetapi kalau rumahnya tidak bisa di huni, saya sarankan tetap tinggal di pengungsian atau di rumah saudara,” tegas Bunda Indah.
Pemkab Lumajang juga sedang melakukan identifikasi lebih lanjut terkait warga yang sudah memiliki hunian tetap maupun yang belum.
Semeru Berstatus Awas, Warga Diminta Tetap Waspada
Bunda Indah menekankan bahwa masyarakat harus memahami bahwa status Gunung Semeru saat ini berada di level Awas, level tertinggi dalam status gunung api.
“Saya sudah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat bahwa status Awas ini level tertinggi. Kewaspadaan warga menjadi hal yang paling penting agar tidak ada korban,” ungkapnya.
Meski erupsi terbaru tidak menimbulkan korban jiwa, ia mengingatkan warga agar tidak lengah.
“Kita bersyukur tidak ada korban. Itu menunjukkan mitigasi kita berhasil. Tapi jangan lalai, karena dua unit early warning system kita rusak. Sudah kami laporkan ke Kepala BNPB dan akan di bangun kembali setelah kondisi benar-benar aman,” paparnya.
Pemkab Ajukan Gedung Pengungsian Multifungsi
Selain hunian tetap, Pemkab Lumajang juga akan mengajukan pembangunan gedung pengungsian kepada BNPB. Gedung tersebut direncanakan memiliki fungsi ganda agar tidak hanya di gunakan saat terjadi bencana.
“Kita akan ajukan ke BNPB untuk dibangun gedung pengungsian. Namun gedung itu nantinya tidak hanya untuk pengungsian. Kalau tidak ada kejadian terkait Semeru, gedung itu bisa menjadi pusat pelatihan atau balai latihan kerja sehingga tidak sia-sia di bangun,” jelas Bupati Indah.(r7)





