Bupati Lumajang Tegaskan Ada Oknum ASN Diduga Selewengkan Solar Subsidi

Bupati Lumajang Tegaskan Ada Oknum ASN Diduga Selewengkan Solar SubsidiLumajang,(DOC) – Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar atau Bunda Indah menegaskan adanya oknum aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lumajang yang diduga terlibat dalam penyelewengan solar bersubsidi.

Pernyataan itu ia sampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Kedungjajang, Jumat (31/10/2025). “Oknum yang mengumpulkan dan memperjualbelikan solar subsidi ada ASN. Ini saya sampaikan secara terbuka,” tegas Bunda Indah.

Bacaan Lainnya

Bunda Indah menjelaskan, oknum ASN itu berperan sebagai pengepul solar bersubsidi. Ia membeli bahan bakar dalam jumlah besar dari SPBU, kemudian menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi.
Menurutnya, praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menyebabkan antrean panjang di SPBU.

Selain itu, ditemukan modus lain seperti penggunaan satu kendaraan dengan dua hingga tiga portal, agar pelaku bisa membeli solar berulang kali. “Beberapa SPBU sempat melayani pembelian berulang, namun manajemennya sudah membina karyawan yang terlibat,” katanya.

Bunda Indah menegaskan bahwa ASN maupun pihak SPBU harus disiplin menjalankan aturan. “Jangan sampai SPBU di tutup karena kecurangan. Kelihatannya kecil, tapi kalau di hitung jumlahnya besar,” ujarnya dengan tegas.

Potensi Keuntungan Besar, Rugi Negara Tak Terelakkan

Menurut perhitungan Bunda Indah, solar subsidi seharusnya dijual Rp6.800 per liter. Namun, oknum membeli dengan harga Rp7.100 lalu menjual kembali hingga Rp9.000 per liter.
Dengan volume 2.000 liter per transaksi, keuntungan pelaku bisa mencapai jutaan rupiah setiap hari. “Kerugian negara besar, dan masyarakat yang menanggung akibatnya,” tegasnya.

Karena itu, Bunda Indah memastikan akan menindak siapa pun yang bermain di ranah solar subsidi. “Saya tidak punya kewenangan menangkap, tapi saya bisa membuka ini ke publik. Media dan konten kreator siap membantu mengungkapnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Bunda Indah mengapresiasi SPBU Kedungjajang yang bertindak cepat dengan memberhentikan operator nakal.
Langkah itu, menurutnya, menjadi contoh bagi SPBU lain agar menjaga integritas.

Baca Juga:  Hari Pertama Terapkan WFH, Pemkot Surabaya Pantau ASN Lewat Aplikasi Kantorku

“Saya berterima kasih kepada SPBU yang berani menindak kecurangan. Lebih baik jujur dan usahanya berjalan, daripada di tutup karena pelanggaran,” pungkasnya.(r7)

Pos terkait