D-ONENEWS.COM

Daftar Bacawawali Surabaya, Anugerah Ngaku Sudah Siapkan “Peluru”

Foto: Anugerah Ariyadi ketika mengembalikan formulir pendaftaran.

Surabaya, (DOC) – Lima kandidat bakal calon kota (bacawali) dan tiga bakal calon wakil wali kota (bacawawali) Surabaya berhasil dijaring DPC PDI Perjuangan. Kini mereka bersaing mendapatkan rekomendasi DPP PDI Perjuangan untuk maju dalam Pilkada Surabaya 2020.

Salah satunya yang mendaftar sebagai bacawawali adalah Anugerah Ariyadi. Meskipun diakui sangat berat, tapi mantan anggota DPRD Surabaya ini optimis peluang mendapat rekom DPP masih terbuka lebar.

Bahkan Anugerah mengaku sudah menyiapkan “peluru” kalau dirinya mendapat rekom DPP. Peluru yang dimaksud tidak hanya berupa massa pendukung, tapi juga kekuatan finansial.

“Tidak mungkin maju Pilkada Surabaya kalau nggak siap peluru,” kata nAnugerah tanpa bersedia menyebutkan berapa kekuatan finansial atau uang yang disiapkan. ‘Itu rahasia. Pokoknya saya sudah siap,’ kilahnya.

Mengenai pendukung, Anugerah mengklaim sudah punya massa sekitar 20 ribu sampai 25 ribu. Mereka adalah pendukungnya ketika menjadi anggota DPRD Surabaya lewat dapil 1. “Karena pada Pileg 2019 saya tidak mencalonkan lagi sebagai anggota dewan, mereka saya serahkan ke partai,” terangnya.

Namun, lanjut Anugerah, jika nantinya dia mendapat rekom DPP, massa yang berasal dari 10 paguyuban yang dibentuk itu ditarik kembali.

“Tugasnya tentu lebih berat. Kalau dulu khusus di dapil 1, maka dalam Pilkada Surabaya nanti kerjanya meliputi seluruh Surabaya,” jelas Anugerah.

Ketika ditanya mengapa tidak daftar sebagai bacawali, dengan diplomatis Anugerah mengatakan kalau dirinya tahu diri. Menurut dia yang punya jatah bacawali adalah Whisnu Sakti Buana, mantan ketua DPC PDIP Surabaya yang kini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya. Selain itu, ia bisa mengukur kekuatan dirinya.

Anugerah juga menyatakan siap dipasangkan dengan siapapun. Untuk itu, dia pasrah dan menyerahkan sepenuhnya pada DPP yang punya kewenangan memberi rekom. “Sebagai kader partai saya akan tunduk dan patuh pada keputusan DPP,” aku pria yang mengaku belum menyiapkan visi dan misi tersebut.

Alasannya, visi dan misi akan buat kalau sudah mendapat rekom. Namun, secara umum kalau jadi wawali dia akan berjuang untuk memajukan Surabaya dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Sekadar diketahui, dari hasil penjaringan, DPC PDIP Surabaya berhasil menjaring lima kandidat sebagai bacawali, yakni Whisnu Sakti Buana, Sutjipto Joe Angga, Dyah Katarina, Eddy Tarmidi dan Sri Setyo Pratiwi. Sedang tiga lainnya mendaftar bacawawali, yaitu Armudji, Anugrah Ariyadi dan Chrisman Hadi.

“Mereka semua sudah mengembalikan formulir pendaftaran ke kantor DPC,” kata Wimbo Ernanto, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Bidang Pemenangan Pemilu, Minggu (15/9/2019).

Sebenarnya, menurut Wimbo, ada satu lagi yang mengambil formulir pendaftaran di kantor DPC PDIP Surabaya, yaitu Ahmad Yunus. Tapi sampai pendaftaran ditutup 14 September 2019 pukul 23.00, Ahmad Yunus tidak mengembalikan formulir dan berkas yang disyaratkan, sehingga dianggap gugur.

Wimbo menjelaskan bahwa setelah dilalukan verifikasi dan validasi, DPC rencananya akan mengembalikan berkas ke DPD hari Selasa, 17 September 2019. Dari DPD, berkas selanjutnya diserahkan DPP untuk mendapat rekom. (jipin)

Loading...

baca juga