DBS-Manulife Luncurkan MiEarly Critical Protection, Lindungi Nasabah dari 154 Penyakit Kritis

foto : Apriliani Siregar, Direktur Kepatuhan Manulife Indonesia.

Surabaya,(DOC) – Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia memperkuat kerja sama dibidang asuransi. Kedua perusahaan ini berinovasi dengan meluncurkan asuransi kesehatan MiEarly Critical Protection (MiECP), yang akan melindungi nasabah dari 154 penyakit kritis.

Produk asuransi ini merupakan solusi perlindungan yang memberikan manfaat penyakit kritis tahap awal dan tahap akhir yang menawarkan pilihan pembayaran terbatas.

Bacaan Lainnya

“Selain berjuang dengan ketidakpastian di tengah pandemi Covid-19, masyarakat senantiasa berhadapan dengan risiko penyakit kritis. Bank DBS Indonesia berkomitmen memberikan layanan terbaik melalui inovasi produknya agar nasabah tetap dapat menikmati hidupnya di tengah beragam risiko yang ada.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Bank DBS Indonesia berkolaborasi dengan Manulife Indonesia menghadirkan solusi terhadap penyakit kritis yang dilengkapi dengan masa perlindungan selama 20 tahun,“ujar Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Paulus Sutisna, Jumat (5/11/2021).

Sejalan dengan komitmen Bank DBS Indonesia terhadap para nasabah, lanjut dia, pihaknya memahami kebutuhan masyarakat terkait asuransi kesehatan, khususnya perlindungan terhadap penyakit kritis dan biaya perawatan yang tidak murah.

“Kami hadirkan MiEarly Critical Protection (MiECP) yang menyediakan perlindungan mulai dari tahap awal penyakit kritis hingga tahap akhir penyakit kritis maupun manfaat unit perawatan intensif ini. Dengan begitu, masyarakat lebih fokus terhadap pemulihan dan mendapatkan ketenangan pikiran,”imbuh President Director and CEO Manulife Indonesia, Ryan Charland.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya 15 dari 1.000 orang, atau sekitar 2.800.000 individu di Indonesia, terkena dampaknya setiap tahun.

Penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke merupakan empat penyakit katastropik teratas dalam hal biaya pengobatan termahal.

Dalam 5 tahun terakhir, angka klaim penyakit kritis di Manulife melonjak sebesar lebih dari 200 persen dari Rp12,5 miliar pada 2015 menjadi Rp25,5 miliar pada 2020. Sepanjang pandemi Covid-19, permintaan untuk asuransi juga terlihat meningkat. Manulife Asia Care Survey yang dirilis pada Februari 2021, mengungkapkan jika hampir tiga perempat (72 persen) responden dari Indonesia menyatakan ingin membeli polis baru dalam enam bulan ke depan sedikit lebih tinggi dari rata- rata kawasan Asia (71 persen) dengan perlindungan penyakit kritis sebagai salah satu jenis asuransi yang banyak diinginkan responden.

Baca Juga:  Manulife Donasikan 500 Tabung Oksigen Senilai Rp1,3 M, Bukti Kepedulian Penanganan Covid

Mengingat biaya pengobatan yang besar terhadap penyakit kritis, MiECP menyediakan fitur Power Reset yang memungkinkan nasabah mengatur ulang (reset) uang pertanggungan mereka sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Sebagai contoh, uang pertanggungan akan diperbaharui menjadi kembali 100 persen secara otomatis apabila tidak terjadi klaim dalam waktu 12 bulan sejak klaim di bawah ini, mana yang terjadi lebih dahulu,
manfaat penyakit kritis tahap awal yang pertama, atau manfaat rawat inap di ICU/HCU/ICCU/PICU.

Selain itu, jika nasabah meninggal dunia, penerima manfaat akan menerima 100 persen total premi yang telah dibayarkan (tidak termasuk premi tambahan) selama masa pertanggungan.

Jika nasabah hidup hingga akhir masa pertanggungan dan uang Pertanggungan MiEarly Critical Protection belum dibayarkan 100 persen, maka penerima manfaat akan menerima 100 persen total premi yang telah dibayarkan (tidak termasuk premi tambahan).

Beberapa keunggulan lainnya dari MiEarly Critical Protection, antara lain manfaat angioplasti,
manfaat kegagalan fungsi organ akibat diabetes. Dengan beragam manfaat tersebut, nasabah akan mendapatkan ketenangan finansial dari risiko penyakit kritis serta dapat mempersiapkan masa depan yang semakin hari semakin baik.(dhi/r7)

Pos terkait