DPRD Jatim: Petani Garam Harus Sejahtera, Impor Harus Dikurangi

Surabaya, (DOC) – Komisi B DPRD Jawa Timur menerima surat permohonan audiensi dari organisasi petani garam di Madura. Permohonan ini berkaitan dengan upaya peningkatan produksi garam lokal dan pengurangan impor yang selama ini masih berlangsung.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Abdul Qodir, menegaskan bahwa ada empat poin utama yang menjadi fokus pembahasan.

Empat Poin Utama Audiensi

1. Peningkatan Produksi Garam Lokal

Pemerintah di harapkan lebih serius dalam mendukung petani garam. Salah satu caranya adalah dengan mendorong peningkatan produksi agar kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi.

2. Pengurangan Impor Garam

Beberapa kementerian teknis telah menyepakati komitmen untuk mengurangi impor garam. Namun, hingga kini realisasinya masih belum optimal. DPRD Jatim ingin memastikan agar kebijakan ini benar-benar di terapkan.

3. Penetapan Harga Garam

Petani garam masih menghadapi ketidakpastian harga. Untuk itu, mereka meminta adanya harga tertinggi dan harga terendah yang di tetapkan secara resmi. Dengan adanya regulasi ini, petani akan mendapatkan perlindungan lebih baik.

4. Penyelesaian Perda Perlindungan Garam di 2025

DPRD Jatim berkomitmen menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan dan pengendalian garam. Regulasi ini terus tertunda, tetapi pada tahun 2025 di targetkan akan segera di sahkan.

Komitmen Menghentikan Impor Garam

Lebih lanjut, Abdul Qodir mengajak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memulai langkah konkret dalam menghentikan impor garam.

Menurutnya, Jawa Timur harus menjadi daerah pertama yang melakukan verifikasi produksi garam lokal. Langkah ini penting untuk mengetahui jumlah produksi yang ada dan kebutuhan konsumsi di tingkat industri serta rumah tangga.

Setelah data valid terkumpul, impor garam harus mulai di kurangi secara bertahap. Petani lokal harus menjadi prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan garam di Jawa Timur.

“Kita harus punya komitmen kuat untuk menghentikan impor. Jika ini di jalankan dengan baik, insyaallah kebutuhan garam di Jawa Timur bisa terpenuhi,” kata Abdul Qodir. (r6)

Pos terkait