Pidie Jaya,(DOC) – Korps Relawan Sosial Muhammadiyah (KawanMU) Aceh melaksanakan Psychological First Aid (PFA) serta intervensi psikososial kepada seorang penyintas lansia yang saat ini mengungsi di Posko Meunasah Balek, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Pendampingan ini di lakukan sebagai bagian dari komitmen KawanMU dalam memastikan kelompok rentan, khususnya lansia, mendapatkan dukungan psikologis dan emosional pascabencana.
Dalam sesi PFA, penyintas lansia tersebut menceritakan kondisi rumahnya yang terdampak parah akibat banjir bandang. Air bercampur lumpur masuk ke dalam rumah hingga setinggi betis orang dewasa, merusak hampir seluruh isi rumah.
“Pada saat itu, air sambil membawa lumpur masuk ke dalam rumah kami,” tutur penyintas dengan suara lirih.
Ia mengungkapkan bahwa seluruh persediaan beras hanyut terbawa arus banjir. Perabot rumah tangga seperti kasur dan lemari tidak dapat di selamatkan karena terendam air dan lumpur dalam waktu lama. Tidak ada satu pun barang berharga yang berhasil di amankan.
“Alat-alat rumah tangga sudah habis terkena banjir. Air surut lama, lumpur belum juga hilang sampai sekarang. Kami sudah tidak punya apa-apa,” imbuhnya.
Saat ini, penyintas lansia tersebut memilih tinggal sementara di posko pengungsian demi keselamatan. Namun pada siang hari, ia kembali ke rumahnya untuk membersihkan sisa lumpur yang masih menempel di lantai dan dinding rumah. Upaya itu di lakukan secara mandiri sebagai bentuk ikhtiar untuk memulihkan tempat tinggalnya, meskipun kondisi fisik yang terbatas menjadi tantangan tersendiri.
“Ya, perlahan kami ikhtiar membersihkan rumah walaupun sendiri,” tuturnya. (r6)





