Surabaya,(DOC) – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elistianto Dardak dilantik sebagai Ketua Demokrat Jawa Timur, Jumat(22/4/2022).
Usai dilantik, Emil menyebut jika 38 DPC telah menyatakan komitmennya untuk patuh terhadap hasil Musda yang diputuskan Ketua Umum (Ketum) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) termasuk sejumlah DPC yang berpihak pada Bayu Airlangga.
“Nah hari ini 38 (DPC Demokrat) hadir dan telah menyatakan konsistensi bahwa keputusan yang dipilih Ketum diberikan dukungan, saatanya bersatu, tidak ada kubu bayu, tidak ada kubu emil yang ada adalah kubu tegak lurus pada AHY,” ucap Emil ditemui usai pelantikan di Grand Imperial Balkroom, Pakuwon, Surabaya.
Ia juga mengatakan, insiden protes sejumlah masa tentang keputusan AHY memilih Emil di kantor DPD Demokrat Jatim Jalan Kertajaya Indah, Surabaya, Jumat(22/4/2022) sore tadi merupakan bentuk aspirasi damai yang ia respon pula secara kekeluargaan.
“Kalau masalah demo, tadi sudah jelas kita tadi juga menyaksikan kalau itu adalah bentuk aspirasi damai, dari simpatisan yang kita respon juga dengan rasa kekeluargaan,” ucap Emil.
“Jdi saya rasa sudah selesai nggak ada masalah, dan tadi diawal pelantikan bapak kepala BPOKK menjabarkan dengan sangat detail proses musda, termasuk semua sepakat 38 (DPC) mengajukan dua nama untuk dipilih oleh tim tiga,” imbuhnya.
Sementara Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginginkan, dibawah kepemimpinan Emil, Partai Demokrat Jatim bisa kembali menjadi basis di Jawa Timur bahkan menyeluruh hingga pelosok daerah.
Ia menyebut, Partai Demokrat telah mengalami kemunduran secara nasional, untuk itu pihaknya berharap Emil bisa menjadi motor penggerak melalui Jawa Timur agar bisa mengembalikan perolehan kursi Demokrat secara utuh kembali.
“Kita tau 2019 Demokrat mengalami penurunan, baik jumlah kursi DPR RI, DPRD Povinsi, maupun kabupaten kota, oleh karena itu semangat kami atau tekad kami untuk mengembalikan yang dulunya milik partai demokrat dan semoga bisa bertambah,” katanya.
Ia juga meminta kepada kader Demokrat untuk turun ditengah rakyat menggait simpatik dan mendengarkan permasalah-permasalahan yang dihadapi.
“Tapi selebihnya kami akan ikhtiar dan bekerja sungguh-sungguh dan tentu pesan saya tadi Jawa Timur kalau ingin sukses ya harus terlus melakukan konsolidasi secRa internal dan juga secara paralel selalu dekat dengan rakyat. Karena dengan bersama masyarakat kita tentu kita bisa mendengarkan haraoan dan aspirasi yang kita targetkan,” tandas AHY.
Bayu Airlangga Menyatakan Mundur dari Kader Partai Demokrat Jatim
Dilantiknya Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak sebagai Ketua DPD Demokrat Jawa Timur, membuat kader Demokrat Jatim, Bayu Airlangga menyatakan keluar dari partai berlambang mercy itu.
Bayu mengaku kecewa karena merasa dizalimi atas hasil Musyawarah Daerah Demokrat Jatim.
Anggota DPRD Jatim tersebut, adalah kandidat Ketua DPD Demokrat Jatim dengan meraih mayoritas dukungan dari DPC. Namun, DPP Demokrat lebih memilih Emil Dardak. “Saya memutuskan mundur dari Partai Demokrat per hari Kamis, 21 April 2022,” kata Bayu melalui keterangan tertulisnya.
Menantu mantan Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan bulat mengundurkan diri dari Partai Demokrat dan menyebut Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak demokratis.
“Bagi saya, ketika saya dan tentunya para DPC pendukung saya dizalimi terkait Musda, tidak ada pilihan lain selain mundur dari partai. Kita ingat, saat pembukaan Musda, ketum AHY menjanjikan demokratis. Tapi bisa dinilai publik sendiri, bagaimana hasil Musda Demokrat Jatim,” ujarnya.
Awalnya dirinya meyakini bahwa Partai Demokrat sebagai partai yang demokratis. Namun, kenyataannya berbeda saat hasil Musda Demokrat Jatim mengesampingkan suara kader, sehingga tidak ada pilihan lain bagi Bayu selain mengundurkan diri.
”Ada tanggung jawab moral, dan etika kepatutan berpolitik. Batas kepatutan itu tidak boleh diterjang seenaknya saja. Sebagai seorang kader yang menjunjung asas demokrasi, ketika demokrasi itu sendiri tidak ada di partai, saya memutuskan mundur dari Demokrat,” ujarnya.
“Kalau memang Ketum menginginkan seorang figur untuk memimpin Demokrat Jatim, sebaiknya sejak awal tidak perlu Musda. Ajak bicara saya dan DPC pendukung saya, daripada harus dikecewakan di akhir, apalagi pengumuman SK itu hanya diumumkan oleh ketua BPOKK dan Sekjen,” kata dia.
Ia mengaku sempat ditawari jabatan lain. Namun, ia memilih mundur sebagai bentuk tanggung jawab dirinya kepada 25 DPC yang telah mendukungnya dalam Musda.
“Saya beberapa kali setelah pengumuman Musda ditawari sejumlah jabatan pengurus di Demokrat Jatim. Tapi saya menolak itu, sebagai bentuk rasa prihatin saya atas matinya demokrasi di Demokrat dan tanggung jawab ke 25 DPC yang mendukung saya selama ini,” ucapnya.
Diketahui, Musda Demokrat Jatim digelar 20 Januari 2022 lalu. Bayu Airlangga meraih dukungan 25 DPC, dan Emil Dardak meraih 13 DPC. DPP Demokrat akhirnya memutuskan Emil Dardak sebagai Ketua Demokrat Jatim. Penunjukan Emil ini mendapat perlawanan dari DPC pemilik suara yang mendukung Bayu Airlangga.
Terpisah, atas mundurnya Bayu Airlangga dari kader Demokrat, partai Nasdem menyatakan siap menampung para kader Demokrat yang mundur.(ang/r7)




