Surabaya,(DOC) – Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Surabaya, Fuad Benardi, menegaskan agar nama Tri Rismaharini tidak di libatkan dalam polemik internal antara Ahmad Hidayat dan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Menurut Fuad, perbedaan pendapat antara keduanya merupakan masalah pribadi yang tak ada kaitannya dengan PDI Perjuangan maupun tokoh senior partai seperti Bu Risma.
“Saya harap PDIP dan Bu Risma jangan di libatkan. Ini urusan personal antara mereka. Kalau ada masalah, ya selesaikan berdua,” kata Fuad, yang juga anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Senin (21/7).
Fuad menyoroti pernyataan Ahmad Hidayat yang sempat menyebut nama Bu Risma dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dalam rilis terbukanya. Ia menilai hal itu tidak bijak dan bisa menimbulkan persepsi keliru di publik. “Apalagi sampai muncul sebutan-sebutan yang tidak pantas. Kalau benar itu terjadi, sangat di sayangkan,” ujarnya.
Pernyataan Fuad muncul setelah Ahmad Hidayat merilis kronologi versi dirinya terkait pencopotan dari kepengurusan DPC PDIP Kota Surabaya. Dalam penjelasannya, Ahmad menuding Armuji sebagai aktor utama di balik konflik internal partai yang berujung pada usulan pemecatannya.
Peran Besar
Ahmad menyebut dirinya memiliki peran besar dalam pencalonan dan pemenangan Armuji pada Pilkada Surabaya 2020. Namun, ia kecewa karena komitmen yang pernah di sepakati pada 2022 yakni Armuji tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua DPC PDIP. Namun hal tersebut di klaim telah di ingkari.
“Saat saya menolak mendukung pencalonannya, saya justru di ancam. Beliau bilang tidak ada bukti komitmen itu, bahkan siap ‘ngudal-ngudal’ saya,” kata Ahmad.
Ia juga menyinggung gaya komunikasi Armuji yang di nilainya melecehkan tokoh partai. Menurut Ahmad, Armuji beberapa kali menyebut Ketua Umum dengan istilah yang merendahkan, serta menyebut pengurus akar rumput sebagai “rayap-rayap”.
Ahmad mengaku tetap setia terhadap PDIP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Ia menyebut, kritik yang ia lontarkan bukan bentuk pembangkangan, melainkan bentuk kepedulian terhadap arah perjuangan partai.
“Saya tidak rela partai ini di seret-seret oleh ambisi kekuasaan. Saya hanya menyampaikan kebenaran sesuai nurani,” ujarnya. (r6)





