Guru di Surabaya Sempat Tahan Pembagian MBG Usai Muncul Dugaan Keracunan Siswa

Dispendik Surabaya Terapkan Nilai TKA 40 Persen dalam Seleksi Penerimaan Jalur PrestasiSurabaya,(DOC) – Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, Febrina Kusumawati, memastikan seluruh sekolah menjalankan prosedur operasional standar (SOP) sebelum menyalurkan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa.

Febrina menjelaskan, para guru sudah mengecek makanan MBG sebelum membagikannya. Guru membuka ompreng sampel, mengecek tekstur makanan, hingga mencium aromanya untuk memastikan makanan layak dikonsumsi.

Bacaan Lainnya

“Dicek satu-satu, dibuka ompreng MBG-nya, dilihat teksturnya dan dicium bau makanannya apakah bermasalah atau tidak. Dan saat itu tidak ada masalah,” ujarnya.

Guru Hentikan Pembagian MBG

Febrina mengungkapkan, salah satu sekolah sempat menghentikan pembagian MBG setelah muncul informasi adanya siswa yang diduga mengalami keracunan.

“Ada informasi bahwa ada siswa diduga keracunan MBG. Jadi pihak guru yang belum mendelevery menahannya,” katanya.

Ia kemudian berkeliling ke sejumlah sekolah untuk memastikan guru menjalankan SOP pembagian MBG dengan benar. Dalam pengecekan itu, ia menemukan ada guru yang memilih tidak membagikan makanan karena mendengar kabar siswa mengalami gangguan kesehatan usai menyantap MBG.

Gejala Muncul Setengah Jam Setelah Makan

Sekitar pukul 14.00 WIB, Febrina mendatangi SDN Tembok Dukuh dan berbincang langsung dengan para guru terkait kondisi siswa. Guru menyebut gejala tidak langsung muncul setelah siswa makan.

“Katanya siswa mengalami reaksi pusing, mual, sampai muntah itu tidak langsung, sekitar setengah sampai satu jam,” jelasnya.

Menurut Febrina, kondisi siswa juga berbeda-beda. Sebagian siswa hanya mengeluh pusing dan mual, sementara lainnya mengalami muntah berulang.

“Tidak semua reaksinya sama. Ada yang muntah sampai nasinya keluar semua, ada yang cuma pusing dan mual saja,” katanya.

Periksa Langsung Menu MBG

Febrina juga memeriksa langsung makanan MBG yang belum sempat di bagikan kepada siswa. Ia melihat kondisi makanan masih baik meski waktu sudah memasuki sore hari.

Baca Juga:  Bunga Tabebuya Mulai Bermekaran Lagi, Percantik Jalanan Surabaya saat Lebaran

“Saya lihat menunya ada nasi, tahu, tumis wortel dan buncis, daging potong bumbu hitam seperti petis, dan potongan jeruk air tiga buah,” ujarnya.

Ia memastikan tekstur dan aroma makanan tidak menunjukkan tanda basi maupun rusak.

“Tekstur makanannya semua tidak berubah dan tidak bau sama sekali. Semuanya kondisinya bagus. Bahkan saya sempat sendok untuk saya cium baunya,” katanya.

Beberapa guru juga sempat mencicipi menu MBG tersebut. Namun reaksi yang muncul pada setiap orang berbeda.

“Ada yang tidak terdampak, ada yang pusing dan mual tapi tidak sempat muntah. Kalau muntah enggak ada, mungkin daya tahan tubuhnya beda ya,” ungkapnya.

Menu MBG yang membaut ratusan siswa Surabaya keracunan

Desak SPPG Perketat Pengawasan

Febrina meminta pihak penyedia MBG melalui SPPG memperketat pengecekan makanan setiap hari sebelum mendistribusikannya ke sekolah.

Menurutnya, tim pengawas perlu memeriksa higienitas makanan, kesesuaian menu, hingga tekstur dan aroma makanan secara rutin.

“Saya berharap di kerjakan setiap hari ya. Dan soal kesepadanan menu, kita sebagai orang awam kan juga enggak tahu menu-menu yang bisa menimbulkan reaksi ketika di konsumsi bersamaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, SOP SPPG sebenarnya sudah mengatur keberadaan tim pengawas makanan. Namun, ia meminta pengawasan itu benar-benar berjalan setiap hari demi menjaga kesehatan siswa.

“Di SOP-nya SPPG, tim itu ada, tapi apakah dilakukan setiap hari. Ini untuk kesehatan semua,” pungkasnya.(r7)

Pos terkait