
Lembang,(DOC) – Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) memancing antusiasme tinggi para pendidik di Jawa Barat. Pada sesi penutupan, para peserta menampilkan pertunjukan komedi tunggal dan nembang berbahasa Sunda. Kegiatan yang di adakan pada 20 Juni 2025 di Lembang tersebut di ikuti 108 guru secara langsung dan lebih dari 400 peserta secara daring.
Dian, guru seni dari Ciamis, mengungkapkan bahwa sesi praktik storytelling dan kreasi digital memberi bekal praktis.
“Saya jadi lebih percaya diri mengajak siswa bercerita atau membuat animasi pendek dalam bahasa ibu mereka. Kini mereka berani mengeksplorasi bahasa sendiri lewat berbagai media,” ujarnya.
Antusiasme serupa di tunjukkan oleh tenaga pendidik dari wilayah Bandung yang aktif bertanya seputar metode evaluasi kreatif.
Interaksi daring juga berjalan hidup melalui forum diskusi dan kelas virtual. Peserta berbagi contoh media pembelajaran, mulai dari komik berbahasa daerah hingga podcast lagu tradisional.
Hafidz Muksin, selaku Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen menegaskan bahwa motivasi guru adalah kunci.
“Guru perlu terus di beri pilihan metode dan contoh karya agar murid termotivasi mencintai bahasa daerah. Ini bukan kebijakan semata, melainkan investasi budaya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat Herawati menambahkan bahwa ilmu yang di peroleh harus di teruskan ke lingkungan sekolah masing-masing.
Penutup acara berupa nembang bersama dan workshop singkat tentang pembuatan modul daring sukses memicu rencana pendirian kelompok studi bahasa daerah di masing-masing kabupaten. Dengan semangat ini, para guru di harapkan menjadi agen perubahan yang menjaga keberlangsungan bahasa daerah untuk generasi mendatang. (r6)





