GUS Gresik Jadi Wajah Baru Literasi Digital Berbasis Religi

GUS Gresik Jadi Wajah Baru Literasi Digital Berbasis Religi

Surabaya,(DOC) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Gresik Universal Science (GUS), sebuah pusat literasi digital berbasis edukatif religius di Kabupaten Gresik, Minggu (4/1). Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong penguatan budaya literasi berbasis teknologi yang tetap berakar pada nilai-nilai religius dan kearifan lokal.

Bacaan Lainnya

Setibanya di lokasi, Gubernur Khofifah bersama keluarga dan rombongan di arahkan oleh peta interaktif yang membagi eksplorasi pengunjung ke dalam empat zona utama, yakni alam, religi, sejarah, dan rekreasi. Konsep ini memungkinkan pengunjung menikmati perjalanan literasi yang sistematis, menarik, dan mudah dipahami lintas usia.

Di lantai pertama, pengunjung di ajak menelusuri perjalanan panjang sejarah Gresik melalui zona sejarah yang disajikan secara visual dan digital. Kisah perkembangan wilayah, kekayaan kuliner lokal, hingga peta kebudayaan ditampilkan secara informatif dengan sentuhan teknologi modern.

Eksplorasi berlanjut ke lantai dua, ruang di mana teknologi digital hadir lebih intens. Zona Budaya Lokal di sajikan dalam format immersive room yang memadukan visual dan audio, menciptakan pengalaman edukatif yang imersif. Sejarah Islam di Gresik di tampilkan dengan pendekatan modern, berdampingan dengan kesenian khas Damar Kurung yang di sajikan dalam ruang reflektif bercermin, menghadirkan kesan artistik dan mendalam.

Usai menjelajah GUS, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas gagasan Bupati Gresik dalam menghadirkan pusat literasi digital yang mengintegrasikan edukasi dan nilai religius.

“Dari mulai religinya, heritage, kuliner, budaya, hingga mata pencaharian masyarakatnya, semua tercapture di Gresik Universal Science,” ujar Khofifah.

Peran Penting Pembangunan Literasi

Menurutnya, GUS tidak hanya menyajikan tampilan visual berbasis teknologi, tetapi juga berperan penting dalam membangun budaya literasi yang utuh.

“Masyarakat cenderung mendengar dan melihat. Di GUS, membaca, mendengar, dan melihat terintegrasi dalam literasi digital sekaligus membawa nuansa religi,” tuturnya.

Baca Juga:  Insan Pendidikan se-Jatim Pecahkan Rekor MURI Lewat 1.580 Buku

Khofifah juga menyoroti ruang seni Damar Kurung yang ditampilkan secara reflektif. Ia menilai penyajian ini mampu menumbuhkan rasa bangga generasi muda Gresik terhadap warisan seni lukis karya Bu Sundari agar terus di lestarikan.

“Kita bisa melihat indahnya lukisan Damar Kurung. Ini di siapkan secara profesional, dan tentu ke depan akan terus berkembang karena teknologi digital sangat cepat berubah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Gedung GUS. Ia menilai GUS berpotensi menjadi referensi nasional bagi daerah lain dalam menampilkan dan menelusuri sejarah serta identitas daerah masing-masing.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan dukungan Gubernur Khofifah bersama keluarga. Ia berharap GUS menjadi destinasi wisata literasi digital yang bermanfaat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.

“Di GUS, setiap ruang idealnya di nikmati dan di baca minimal 10 menit sebelum bergeser ke ruang berikutnya, sehingga pengunjung benar-benar memahami sejarah dan literasi digital Gresik,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait