D-ONENEWS.COM

Hari Cuci Tangan Sedunia, UNICEF bersama Kemitraan Swasta dan Pemerintah Bantu Sekolah

Jakarta,(DOC) – Menyambut Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada 15 Oktober, sebanyak 15.000 sekolah akan menerima Perlengkapan untuk Sekolah Bebas COVID-19 dari KSP-CTPS.

Anggota Kemitraan telah menggalang donasi dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk membuka kembali sekolah aman bagi para siswa.

Setiap sekolah akan menerima perlengkapan kebersihan berupa sabun dalam bentuk batang dan cair, cairan pembersih tangan, dan cairan disinfektan. Sekolah-sekolah yang akan menerima bantuan, meliputi SD, SMP, dan madrasah, di berbagai provinsi, diantaranya; Aceh, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, Papua, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

“Kementerian Agama sangat mengapresiasi para mitra atas bantuan yang diberikan kepada madrasah-madrasah terkait persiapan pembelajaran tatap muka. Menciptakan lingkungan belajar yang aman adalah tanggung jawab pemerintah dan semua mitra. Perlengkapan untuk Sekolah Bebas COVID-19 turut memastikan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah hal yang paling utama saat mereka kembali ke kelas,” kata Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, Direktur Jenderal Pendidikan Islam dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah mewajibkan ketersediaan sarana air dan sanitasi (WASH) sebagai syarat dasar dibukanya kembali sekolah tatap muka.

Namun berdasarkan analisis data di tahun 2020, sebanyak 84 persen sekolah, atau 44 juta murid, tidak memiliki akses jenis sarana tersebut.

Data UNICEF menunjukkan bahwa terdapat sekitar 20 persen sekolah tidak memiliki akses ke air minum bersih dan aman, 27 persen tidak memiliki toilet yang aman, dan hampir 60 persen sekolah tidak memiliki sarana cuci tangan yang berfungsi serta dilengkapi air dan sabun.

Sementara sekolah yang memiliki salah satu sarana dasar WASH hanya 27 persen untuk sekolah madrasah dan 56 persen untuk sekolah umum yang mempunyai sarana cuci tangan.

Sejak awal pandemi, sekolah-sekolah sudah bertindak proaktif dalam memperbaiki kondisi kebersihannya. Tak sedikit yang menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk memastikan ketersediaan sarana cuci tangan dasar dan kelengkapannya, seperti sabun, cairan pembersih tangan, dan tisu. Akan tetapi, masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk mendukung peningkatan sarana WASH di sekolah-sekolah.

Dibutuhkan kerja sama lebih luas dengan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung peningkatan WASH di sekolah dan di sinilah sektor swasta dapat memainkan peran penting.

“Dengan bertambahnya jumlah anak yang kembali ke kelas, sekolah-sekolah juga harus punya prosedur untuk beroperasi dengan aman sekaligus mencegah penularan COVID-19. Hal ini dimulai dengan memastikan murid dan guru memiliki sarana untuk mencuci tangan dengan sabun,” ujar Perwakilan UNICEF Debora Comini.

Melalui inisiatif ini, 10.000 sekolah dan madrasah akan menerima bantuan dari UNILEVER Indonesia berupa pasokan sabun cuci tangan cair dan cairan pembersih tangan selama satu bulan serta materi edukatif tentang kesehatan dan kebersihan. Selain itu, sebanyak 5.000 sekolah dan madrasah akan menerima bantuan dari Wings Group Indonesia berupa pasokan sabun batang, cairan pembersih tangan, dan cairan disinfektan selama dua bulan. PT Cussons pun turut mendukung sejumlah sekolah dengan perlengkapan kebersihan.

UNICEF bekerja sama erat dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama pada tingkat nasional dan provinsi untuk mengidentifikasi sekolah dan madrasah yang paling membutuhkan dukungan. Bersama dengan GIZ, UNICEF akan mendukung distribusi perlengkapan tersebut ke sekolah-sekolah dan madrasah melalui koordinasi dengan dinas pendidikan dan dinas agama tingkat provinsi dan kota/kabupaten.

“Inisiatif Sekolah Bebas COVID mencontohkan keterlibatan sektor swasta dengan sangat baik, dan hal ini menunjukkan kita bisa bekerja bersama-sama untuk mewujudkan kebersihan tangan untuk semua,” pungkas Corini.(r7)

Loading...

baca juga