Impian Terwujud, Kakek Ismail Mendapat Kesempatan Tinggal di Griya Werda

Surabaya. (DOC) – Intervensi diberikan kepada Ismail (72), warga Jalan Tambak Pring Barat I No 46, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos)

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Suharto Wardoyo mengatakan, bahwa sebelumnya Ismail berharap dapat tinggal di UPTD Griya Werda. Alasannya, karena semenjak istrinya meninggal dunia, ia harus tinggal sendiri di rumah kos.

Bacaan Lainnya

“Jadi istrinya bapak Ismail ini sudah meninggal sekitar 3 minggu yang lalu.  Kemudian atas permintaan sendiri, dia minta agar ditempatkan di Griya Werda,” ujar  Anang sapaan lekatnya, Sabtu (14/8/2021).

Ia menjelaskan, sebenarnya Ismail masih memiliki 2 orang anak. Namun, sepengakuan klien, kedua anaknya tersebut sudah hilang kontak dan tidak diketahui keberadaannya.

“Beliau (Ismail) punya anak 2 tapi sudah hilang kontak. Di mana keberadaan 2 anaknya itu sampai sekarang tidak diketahui,” ungkapnya.

Selama ini, ia menyatakan, bahwa Ismail tinggal mengontrak rumah di Jalan Tambak Pring Barat I No 46, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya. Namun setelah istrinya berpulang, ia merasa sendiri dan ingin memiliki teman di usia renta.

“Jadi beliau (Ismail) memang menginginkan untuk bisa tinggal di Griya Werda,” katanya.

Oleh sebab itu, Dinsos Surabaya bersama jajaran kecamatan serta beberapa elemen sosial, langsung bergerak cepat untuk mewujudkan harapan dari kakek berusia 72 tahun itu. Alhasil, pada Sabtu (14/8/2021), Ismail pun dijemput ke rumah kosnya untuk selanjutnya tinggal di UPTD Griya Werda.

“Mulai hari ini beliau (Ismail) sudah tinggal di Griya Werda. Sebelum dibawa ke sana, beliau juga sudah mengikuti swab di Puskesmas pada Jum’at (13/4/2021) kemarin,” tuturnya.

Sementara itu, Ismail sendiri mengaku jika sebelumnya tinggal di rumah sewa berukuran sekitar 3×4 meter. Rumah sewa ini merupakan hasil sumbangan sukarela dari warga.

“Saya sangat berterima kasih, warga sekitar juga sangat peduli,” ujar Ismail.

Baca Juga:  Pemkot Tak Fokus Soal Izin Pemasangan Blok Rel

Ismail juga mengaku, sebenarnya ia masih memiliki 2 orang anak. Namun kedua anaknya itu sudah berkeluarga dan tinggal jauh terpisah dengannya. “Anak-anak saya sebenarnya sudah coba dihubungi, dibantu oleh warga beberapa kali tapi tetap tidak bisa terhubung,” ungkapnya.

Makanya, ia berharap dapat tinggal di Griya Werda untuk mengisi hari di masa tuanya. Apalagi di Kota Surabaya sendiri, Ismail mengaku tidak memiliki saudara. “Di Surabaya ini saya tidak punya saudara. Usia saya juga sudah tua, sulit untuk bekerja,” tuturnya.

Kini, kakek berusia 72 tahun ini pun bisa bernafas lega. Sebab, Pemkot Surabaya telah mewujudkan harapannya untuk bisa tinggal dan menetap di UPTD Griya Werda. (Hm/Fr)

Pos terkait