Geram Pungli Parkir Makam Keputih, Eri Cahyadi Pasang Portal Nontunai dan CCTV

Geram Pungli Parkir Makam Keputih, Eri Cahyadi Pasang Portal Nontunai dan CCTV
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat melakukan sidak TPU Keputih. (Foto: Dinkominfo Surabaya)

Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya mengambil tindakan tegas untuk memberantas praktik pungutan liar (pungli) tarif parkir di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih. Menyikapi maraknya aduan warga terkait juru parkir nakal yang menarik tarif di luar ketentuan, Pemkot Surabaya resmi menghentikan sistem parkir manual dan beralih ke sistem portal digital (gate system).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa penataan ini merupakan respons cepat atas membludaknya laporan masyarakat yang masuk melalui saluran hotline pribadi Lapor Cak Eri. Warga mengeluhkan ulah oknum juru parkir yang mematok tarif di atas harga standar Rp5.000 serta menolak pembayaran nontunai.

Bacaan Lainnya

“InsyaAllah ke depan tidak ada lagi tarif parkir yang melebihi Rp5.000. Saya tidak ingin ada lagi laporan atau keluhan warga yang berziarah ke Makam Keputih merasa diperas atau dikenai tarif tidak sesuai aturan,” kata Cak Eri, Jumat (24/7/2026).

Untuk menutup rapat celah pungli dan kebocoran retribusi, Pemkot Surabaya memasang portal otomatis di dua pintu masuk TPU Keputih yang terintegrasi dengan kamera pengawas (CCTV) berteknologi pemindai pelat nomor.

Nantinya, penziarah wajib melakukan transaksi secara transparan menggunakan QRIS atau kartu e-toll. Penggunaan kamera CCTV di area portal ini dirancang membawa dua manfaat utama sekaligus, yaitu menghilangkan kontak tunai langsung dengan oknum juru parkir sehingga potensi pungli nol persen, dan memastikan pelat nomor kendaraan yang keluar cocok dengan data saat masuk untuk mencegah aksi pencurian motor (curanmor).

“Sistem portal ini kita pilih agar semuanya terbuka dan transparan. Saat masuk lewat portal, keluar juga lewat portal. Selain membasmi tarif liar, kendaraan peziarah juga jadi jauh lebih aman,” jelasnya.

Selama masa transisi penerapannya dalam satu hingga dua bulan ke depan, Cak Eri menginstruksikan personil Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya untuk bersiaga 24 jam di lokasi guna mengawasi jalannya sistem baru serta menindak tegas oknum yang nekat melakukan pungli.

Baca Juga:  Menhub Budi Karya bertemu Wali Kota Eri di Surabaya Bahas Soal SRRL

Cak Eri juga menyampaikan apresiasinya kepada warga Kota Pahlawan yang berani bersuara dan melaporkan berbagai penyimpangan layanan publik.

“Terima kasih atas masukan warga melalui hotline. Laporan-laporan seperti inilah yang membantu kami mengevaluasi dan menyempurnakan Kota Surabaya,” pungkasnya.

Pos terkait