Jagal Tolak Relokasi, RPH dan DPRD Cari Jalan Tengah

Jagal Tolak Relokasi, RPH dan DPRD Cari Jalan Tengah

Surabaya,(DOC) – Dialog antara jagal dan Pemerintah Kota Surabaya mengenai rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya kembali di gelar di Komisi B DPRD Surabaya. Direktur Utama PT RPH Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, mengatakan pertemuan ini merupakan lanjutan dari diskusi sebelumnya pada 19 Desember.

Bacaan Lainnya

Fajar menjelaskan Komisi B berperan mempertemukan dua kepentingan yang berbeda, yaitu para jagal yang menolak pindah dan Pemkot bersama RPH yang menyiapkan relokasi sebagai bagian dari penataan kota. Menurut dia, proses menemukan titik temu tidak bisa berlangsung cepat.

“Mencari solusi tidak bisa instan. Kita juga harus memahami situasi psikologis para mitra jagal menjelang libur akhir tahun dan persiapan Ramadan, di tambah harga sapi yang semakin mahal,” kata Fajar.

Ia menegaskan lokasi Tempat Operasional Efektif (TOE) di Tambak Osowilangun memang di siapkan untuk digunakan setelah pembangunannya selesai. Relokasi itu, kata Fajar, merupakan bagian dari pengembangan tata kota Surabaya, terutama penataan kawasan Ampel yang kini berkembang menjadi area wisata religi.

“Di tempat pemotongan itu ada limbah, bau, dan kotoran. Itu tidak nyaman jika kawasan tersebut akan di jadikan wisata religi,” ujarnya.

Sejumlah Solusi untuk Jagal

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Surabaya, H. Mohammad Faridz Afif, mengatakan pihaknya telah menawarkan sejumlah solusi kepada para jagal, namun para jagal tetap menolak pindah ke Tambak Osowilangun dan bersikeras ingin tetap beroperasi di Pegirian.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya, H. Mohammad Faridz Afif

Menurut Faridz, fasilitas di lokasi baru sudah memenuhi standar, mulai dari kandang, kantor, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga bangunan pendukung lainnya. Pemkot juga menyiapkan transportasi untuk pendistribusian daging dari Tambak Osowilangun ke Pasar Arimbi agar proses dagang tetap berjalan.

“Teman-teman jagal tetap menolak, sampai akhirnya mereka keluar dari ruangan. Padahal tempat yang di siapkan pemkot jauh lebih layak,” ujar Faridz.

Baca Juga:  Enam Inovasi Perdagangan Surabaya Dorong Ekonomi Rakyat Digital

Ia berharap Pemkot dan RPH melakukan sosialisasi bertahap untuk memberikan kepastian serta rasa aman bagi para jagal.

“Mereka hanya butuh kepastian dan kenyamanan. Pemkot perlu meyakinkan mereka agar mau dan puas pindah ke Tambak Osowilangun,” katanya. (r6)

Pos terkait