Jam 6–8 Malam Dilarang Main HP! Wali Kota Surabaya Terapkan Gerakan Tanpa Gawai

Jam 6–8 Malam Dilarang Main HP! Wali Kota Surabaya Terapkan Gerakan Tanpa GawaiSurabaya,(DOC) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menetapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai atau handphone (HP) setiap pukul 18.00–20.00 WIB. Kebijakan ini bertujuan melindungi anak dari risiko di ruang digital.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewajibkan keluarga menyediakan waktu tanpa perangkat digital. Orang tua dan anak diharapkan memanfaatkan waktu ini untuk berinteraksi langsung.

Bacaan Lainnya

“Perkembangan digital membawa manfaat besar, tetapi juga risiko nyata,” kata Eri, Selasa (14/4/2026).

Ia menegaskan, anak-anak rentan terhadap konten negatif, judi online, penipuan, hingga perundungan siber. Risiko lain juga mencakup eksploitasi dan kebocoran data pribadi.

Pemkot Surabaya juga mengatur penggunaan internet berdasarkan usia. Anak di bawah 13 tahun hanya boleh memakai aplikasi khusus anak. Mereka tidak boleh memiliki akun media sosial.

Anak usia 13–16 tahun hanya boleh mengakses platform berisiko rendah. Orang tua harus memberi izin. Sementara itu, remaja usia 16–18 tahun boleh menggunakan media sosial, tetapi tetap dalam pengawasan.

Eri meminta orang tua tidak memalsukan usia anak saat membuat akun digital. Ia menilai tindakan itu justru meningkatkan risiko.

“Kalau usia dimanipulasi, risikonya semakin besar,” ujarnya.

Pemkot Surabaya juga menyoroti fenomena sharenting. Kebiasaan ini terjadi saat orang tua sering mengunggah aktivitas anak di media sosial.

Menurut Eri, kebiasaan tersebut bisa membuka data pribadi anak. Risiko penyalahgunaan pun meningkat.

Di sekolah, pemkot menerapkan kebijakan phone free school. Sekolah membatasi penggunaan gawai di lingkungan belajar.

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Surabaya ingin membangun ekosistem digital yang aman. Pemkot juga ingin mengembalikan kualitas interaksi sosial anak.

“Ini bukan sekadar aturan, tetapi gerakan bersama,” pungkas Eri.(r7)

Baca Juga:  Wali Kota Eri Hadir di POTAS Camp 2022, Pesannya Jaga Kekeluargaan dan Gotong-royong Antar Awak Media

Pos terkait