Surabaya, (DOC) – Di tengah kesibukan kawasan Surabaya Barat, yang di penuhi gedung pencakar langit serta pemukiman padat, terdapat destinasi wisata unik yang menarik perhatian. Kampung Legenda, yang berlokasi di Lidah Kulon 3, RT 5, RW 2, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, menawarkan pengalaman wisata dengan nuansa tempo dulu yang di padukan dengan sentuhan modern.
Kampung Legenda di resmikan pada Mei 2024. Selain itu, kampung ini memiliki panjang sekitar 400 meter dan di hiasi saung-saung tradisional dari sesek dan bambu. Berbagai kuliner khas, seperti wedang, ketan, hingga hidangan berat, tersedia bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana sambil berkeliling.
Saat memasuki kawasan ini, pengunjung akan menemukan hiasan 5 dimensi berbentuk Naga, Rusa, dan Merak. Hiasan tersebut mendukung narasi sejarah yang di usung, seperti legenda Joko Berek atau Sawunggaling serta asal-usul Reog Ponorogo.
Selain menikmati suasana bersejarah, pengunjung juga dapat merasakan sensasi menjadi tokoh legenda. Dengan bantuan teknologi dan kostum yang bisa di sewa, pengalaman ini semakin menarik. Pembuatan video dengan kostum legenda tersedia dengan tarif Rp 20 ribu per orang atau Rp 50 ribu untuk satu kelompok. Berbagai spot foto menarik juga siap di gunakan untuk mengabadikan momen serta berbagi di media sosial.
Ketua RT 5, RW 2, Lidah Kulon, Sugeng Heri Kuswanto, yang juga menjadi inisiator Kampung Legenda, menjelaskan tujuan utama pendirian kampung ini. Menurutnya, kampung ini hadir untuk menjawab tantangan yang di hadapi warga, terutama di bidang ekonomi dan edukasi sejarah.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang mandiri secara ekonomi dan berdaya dalam bidang budaya. Dengan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda, mereka tidak hanya belajar tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk membuat konten kreatif,” ungkapnya.
Sistem Transaksi Unik
Pasar UMKM di Kampung Legenda juga menawarkan pengalaman unik dengan sistem transaksi menggunakan kepeng sebagai alat tukar. Pasar ini di buka pada minggu pertama dan ketiga setiap bulan. Sementara itu, aktivitas edukasi sejarah dapat di nikmati setiap hari.
“Kami masih menguji coba penggunaan kepeng dalam transaksi. Jika berjalan lancar, sistem ini akan di terapkan secara permanen,” tambah Sugeng.
Setiap akhir pekan, suasana kampung ini ramai oleh pengunjung yang menikmati kuliner dan hiburan live musik serta kesenian lokal. Kampung Legenda juga berencana menambah berbagai atraksi baru, termasuk kolaborasi wisata dengan wilayah Lidah Wetan.
“Kami ingin menciptakan Surabaya Barat yang berbudaya, di mana setiap kelurahan memiliki daya tarik wisata masing-masing. Kampung Legenda akan terus berkembang, termasuk dengan proyek wisata air di Waduk Slamet yang tengah kami rencanakan bersama Pemkot Surabaya,” jelasnya.
Irvan Wahyudrajad, Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, menyatakan bahwa Kampung Legenda merupakan bagian dari inisiatif kampung tematik yang di kembangkan Pemkot Surabaya. Tujuan dari program ini adalah untuk memperkuat potensi lokal dan ekonomi kreatif. Saat ini, terdapat 44 kampung tematik di Surabaya yang mengedepankan keunggulan pariwisata dan ekologi.
“Pengembangan Kampung Legenda akan meliputi peningkatan infrastruktur, penguatan kisah sejarah, serta penambahan ornamen untuk memperkaya pengalaman wisata. Kami juga melibatkan sektor swasta guna mendukung pengembangan kampung ini,” kata Irvan. (r6)





