Kasus Viral Tumbler Hilang, KAI Daop 8 Imbau Penumpang Lebih Waspada

Kasus Viral Tumbler Hilang, KAI Daop 8 Imbau Penumpang Lebih Waspada

Surabaya,(DOC) – Menanggapi meningkatnya perhatian publik terkait kasus viral hilangnya tumbler penumpang KRL Jabodetabek, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengimbau pelanggan untuk lebih waspada menjaga barang bawaan selama menggunakan layanan kereta api.

Bacaan Lainnya

Selain mengingatkan pentingnya kewaspadaan, KAI Daop 8 juga terus mendorong budaya perjalanan ramah lingkungan melalui kampanye “Jangan Lupa Bawa Tumbler”, selaras dengan komitmen perusahaan mengurangi sampah plastik sekali pakai.

“Keamanan barang bawaan adalah tanggung jawab penumpang. Karena itu, kami mengimbau pelanggan untuk memastikan barang pribadi tidak tertinggal di kereta maupun area stasiun,” kata Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, Sabtu (29/11).

Untuk mendukung gaya hidup berkelanjutan, sejumlah stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh di wilayah Daop 8 telah menyediakan fasilitas Water Station yang memungkinkan penumpang mengisi ulang air minum menggunakan tumbler pribadi. Fasilitas tersebut sudah tersedia di Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Lamongan, dan Sidoarjo, dan akan di perluas secara bertahap ke stasiun lainnya.

Melalui fasilitas tersebut, penumpang dapat menghemat biaya, lebih praktis, sekaligus berkontribusi mengurangi sampah botol plastik.

Tak hanya di Jakarta, tumbler juga termasuk barang yang paling sering tertinggal di wilayah Daop 8. Berdasarkan data Lost and Found KAI Daop 8, sepanjang Januari—Oktober 2025 di temukan 197 tumbler, namun baru 24 yang di ambil kembali. Sebanyak 173 lainnya masih tersimpan menunggu pemiliknya. Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi agar penumpang lebih teliti saat turun dari kereta maupun meninggalkan peron.

Permudah Penanganan Barang Hilang

Untuk mempermudah penanganan barang hilang, KAI Daop 8 menyediakan layanan Lost and Found di seluruh stasiun. Setiap barang temuan akan di catat dan diamankan hingga di ambil oleh pemilik.

Proses pengambilan barang mencakup:

– Laporan kehilangan kepada petugas stasiun,
– Pencocokan data barang temuan,
– Pengambilan barang dengan menunjukkan identitas dan bukti kepemilikan.

Baca Juga:  PT KAI Daops 9 Catat 11 Ribu Penumpang Balik di H+3

Barang dapat diambil di Pos Pengamanan Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Malang.

“Kami mengajak pelanggan untuk membawa tumbler pribadi karena fasilitas pengisian air sudah tersedia. Ini langkah kecil dengan dampak besar bagi lingkungan. Selain itu, selalu jaga barang bawaan dan segera lapor ke petugas jika ada yang tertinggal,” pungkas Luqman. (r6)

Pos terkait