
Lumajang, (DOC) – Cuaca terik musim kemarau tahun ini menjadi ladang rezeki bagi para petani tembakau di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Melonjaknya harga jual tembakau jenis kasturi hingga menembus Rp 53.000 per kilogram membuat para petani mampu mengantongi keuntungan bersih mencapai Rp 30 juta per hektare.
Salah satu petani asal Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Muis Ul Hidayah (49), mengungkapkan bahwa sinar matahari yang terik memangkas waktu pengeringan daun tembakau secara drastis sekaligus mendongkrak kualitas hasil panen.
Dari satu hektare lahan, Muis mampu memproduksi sekitar 1,5 ton tembakau kasturi kering berkualitas tinggi.
“Musim kemarau membawa berkah tersendiri bagi petani tembakau. Kalau cuaca panas seperti sekarang, proses pengeringan lebih cepat dan optimal. Saat ini keuntungan bisa mencapai Rp 30 juta per hektarenya,” ujar Muis saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).
Manisnya hasil panen dan tingginya harga pasar memicu gairah bertani di Lumajang. Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Lumajang, Dwi Wahyono, mencatat adanya lonjakan signifikan pada jumlah petani maupun perluasan areal tanam tembakau tahun ini.
Total luas lahan tembakau di Lumajang melesat naik 300 hektare, dari 1.400 hektare pada 2025 menjadi 1.700 hektare pada tahun ini.
“Kondisi ini membuktikan tembakau masih menjadi komoditas primadona yang sangat menjanjikan bagi petani di Lumajang. Kombinasi harga yang bagus dan cuaca yang mendukung membuat makin banyak petani yang kembali memperluas lahan tanam mereka,” pungkas Dwi.





