KETUA KPU JATIM, PERATURAN KAMPANYE HARUS DIPERHATIKAN SECARA SERIUS

 

Surabaya, kpujatim.go.id – Peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 harus memahami aturan tentang kampanye. Tidak hanya dalam hal metode, boleh dan tidak, tapi terkait lain seperti dana kampanye juga harus diperhatikan secara serius. Sebab, kalau tidak akan menimbulkan sanksi, sampai pencoretan dari peserta Pemilu.

Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim), Eko Sasmito, dalam acara Sosialisasi Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2018, sebagaimana dirubah menjadi Peraturan KPU Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu 2018, di Hotel Narita, Selasa (18/9).

Pria yang akrab dipanggil Eko ini menjelaskan, kampanye akan dimulai sejak 23 September mendatang dan berakhir hingga 13 April nanti. Dengan rentan waktu yang begitu lama, dia berharap seluruh pihak termasuk peserta bisa memahami apa yang menjadi hak dan kewajiban selama kampanye.

“Menjadi penting terkait metode dan dana kampanye juga, sehingga dengan adanya sosialisasi seperti ini bisa menjadi pemahaman yang utuh secara bersama,” ujarnya.

Eko menambahkan, tentu akan banyak pertanyaan yang disampaikan nanti dalam forum sosialisasi tersebut. Terlebih terkait dengan beberapa hal, termasuk Alat Peraga Kampanye (APK) yang juga menjadi bagian pembahasan bersama dengan peserta Pemilu 2018 dan jajaran terkait.

“Ketentuan lebih lanjut seperti apa, akan disampaikan dalam sosialisasi yang akan dipandu langsung oleh Pak Gogot (Divisi SDM dan Parmas),” terangnya.

Dalam sosialisasi yang dilakukan di Hotel Narita, Selasa (18/9) dihadiri oleh peserta Pemilu 2019 dari partai politik dan DPD Provinsi Jawa Timur. Hadir juga dari pihak terkait (stakeholder) seperti Bawaslu Jawa Timur TNI, Polri, Satpol PP, KPID, Dishub dan beberapa perwakilan dari organisasi kemahasiswaan.

Sementara itu, Kabag Teknis, Hukum dan Hupmas KPU Jatim, Slamet Setijoadji menyampaikan bahwa kegiatan sosialiasi peraturan kampanye Pemilu 2019 tidak hanya peserta Pemilu saja. Pihaknya juga mengundang dari beberapa pihak terkait, seperti kalangan kampus dan organisasi kemahasiswaan.

“Kami butuh banyak masukan, harapannya dengan sosialisasi seperti ini banyak masukan menjelang tahapan kampanye berlangsung,” pungkasnya.

(BIB/BAY)