Sumedang (DOC) – Dua korban yang meninggal akibat tanah longsor di Sumedang, Jabar, ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (10/1). Hingga pukul 13.00, Minggu (10/1), total korban yang tewas akibat peristiwa itu menjadi 13 orang.
“Pukul 09.30 WIB tim SAR Gabungan menemukan korban meninggal dunia laki laki. Dan korban kedua pada pukul 12.55 WIB berjenis kelamin laki laki,” ujar Humas Kantor SAR Bandung Seni Wulandari, dilansir dari Kumparan, Minggu (10/1).
Peristiwa tanah longsor terjadi di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang, Jabar, pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 19.30 WIB. Sebelumnya, longsor terjadi sekitar pukul 16.00 WIB waktu setempat.
Longsoran pertama dipicu curah hujan tinggi dan kondisi tanah tidak stabil. Longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang per Minggu dini hari (10/1) mencatat korban luka 18 jiwa dan meninggal dunia 11 orang.
“Dari jumlah meninggal, Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban. Saat itu mereka berada di lokasi untuk merespon longsoran pertama,” kata Humas BNPB Raditya Jati dalam keterangannya.
Sementara ini, berdasarkan informasi dari BPBD, diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan.
Pantauan BPBD setempat korban susulan dari petugas gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan warga yang menonton di sekitar lokasi. Sedangkan kerugian material, data sementara mencatat 1 jembatan dan beberapa jalan terputus akibat longsor. (kmp)