D-ONENEWS.COM

Memakai Motor Roda Tiga, Gading Kian Lincah Berdagang Hingga Omzet Naik 90 Persen

foto:Gading memasukkan barang dagangannya di boks motor listrik roda tiga dibantu sang ibu

Pekalongan,(DOC) – Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk tetap bertahan hidup dengan bekerja. Inilah semboyan Sebagian orang, termasuk diantaranya Gading Ogi Saputra, remaja 17 tahun penyandang disabilitas fisik, penjual kopi keliling yang tinggal di Pekalongan Jawa Tengah.

Gading yang berangkat berdagang setiap sore hari, tak pernah putus semangat, meski cuacanya dalam keadaan gerimis.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Gading mengalami kondisi disabilitas fisik sejak lahir yang membuat perlambatan perkembangan fisik sehingga kedua kakinya tidak berfungsi normal. Ia bisa berjalan merangkak dibantu dengan kedua tangannya.

Kurang lebih 2(dua) tahun, ia berdagang kopi keliling disekitar area publik kota Pekalongan. Sebelum berangkat berdagang, ibunya, Susiati, membantu terlebih dahulu merapikan minuman, rokok, dan barang dagangan lainnya, di boks motor listrik roda tiga miliknya.

Motor listrik roda tiga yang digunakan Gading merupakan hasil bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan diserahkan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, di rumahnya, pada 15 Mei lalu.

Setiap hari, Gading bekerja menjajakan dagangannya, sekitar pukul 17.00 WIB sampai 23.00 WIB. Biasanya rute pertama yakni ditempat umum dekat Masjid Agung samping Alun-alun kota Pekalongan, supaya dia bisa menjalankan ibadah sholat Maghrib.

Kemudian ia bergerak ambil posisi untuk berdagang di Alun-alun Kabupaten Pekalongan.

Malam hari menjadi waktu yang dipilih Gading untuk berjualan kopinya, karena banyak warga yang berkumpul di area public(Alun-Alun) tersebut.

Gading juga membuka layanan penjualan secara online melalui aplikasi Whatsapp. Pelangggannya-pun cukup lumayan dari para pegawai instansi pemerintahan Kabupaten Pekalongan.

Petang itu, Gading usai merapikan barang dagangannya, tiba-tiba gawai Gading berdering dan masuk sebuah pesan suara dari aplikasi Whatsapp. “COD kopi…”, bunyi pesan itu, saat Gading putar.

Ternyata pesan itu dikirim oleh pelanggan Gading di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan, salah satu tempat ia biasa jualan. Seketika itu, Gading bergegas memakai helm, menuju kantor Kejaksaan.

Disana sudah menunggu beberapa pegawai Kejari, salah satunya adalah Beny Kepala Seksi Pidana Umum (Kasis Pidum) Kejari Pekalongan.

Menurut Beny, adanya Gading sangat membantu karena petang hari kantin di kantornya sudah tutup. “Karena Covid-19, kantin kantor tutup. Jadi kita tinggal panggil Gading kalau butuh minuman dan rokok,” kata Beny.

Memakai motor listrik roda tiga, Gading mengaku omzet dagangannya naik. Ketika menggunakan sepeda, omzet yang ia peroleh sekitar Rp500 ribu per-hari. Sekarang memakai motor listrik roda tiga, Gading bisa memperoleh omzet sampai Rp900 ribu per hari. Kenaikan tersebut lantaran jumlah dan variasi barang dagangan Gading bertambah berkat boks motor yang bisa menampung lebih banyak muatan. Selain itu tentu memperluas jangkauan serta menghemat waktu dan energi. Dari keuntungan yang didapat, Gading menyisihkan Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari untuk ditabung di salah satu bank swasta di wilayahnya.

Perubahan usaha dagang Gading pun diamini oleh Pendamping Penyandang Disabilitas Kabupaten Pekalongan, Purwoji. Ia mengakui bahwa Gading semakin percaya diri dan bersemangat untuk berjualan sejak memperoleh motor listrik roda tiga. Apalagi setelah bertemu dengan Ibu Menteri Sosial. Gading makin dikenal khalayak.

“Di sini, kan, komplek perkantoran Dinas ya. Hampir semua satpam kenal dengan Gading dan selalu membeli barang dagangan Gading”, ujar Purwoji.

Harapan Mensos Risma sudah mulai terwujud hasilnya. Dengan motor listrik roda tiga, kini Gading bisa beraktivitas lebih mudah, semakin produktif, mandiri, dan tidak bergantung kepada orang lain. Jika Gading bisa, maka kesempatan yang sama juga terbuka lebar bagi Gading-Gading lainnya.(robby/hm)

Loading...

baca juga