Surabaya, (D0C) – Saat ini memiliki kekurangan bukan lagi penghalang untuk bisa mendekatkan diri ke Tuhan. Seperti santri tuna netra di Surabaya mengisi waktu Ramadhan dengan membaca surat Yasin Braille di masjid. Seperti salah satu komunitas ngaji Braille di Surabaya yang mengajak para penyandang tuna netra untuk memperbanyak ibadah dengan membaca Al-quran.
Ahmad Budianto sebagai Pembaca Al-Quran Braille mengaku bahwa belajar mengaji dnegan metode Braille bisa dibilang susah, tetapi ia percaya bahwa jika dirinya memang niat akan bisa melewatinya. “Apalagi dalam Islam membaca Al-quran itu sangat penting,” jelasnya, Kamis (29/04/2021).
Ia mengatakan bahwa dengan metode ini sangat membantu karena dirinya duu jika ingin mengaji hanya bisa mendengar dan menghafal tanpa tahu bagaimana bentuk fisik. “Saya sangat senang bisa ikut komunias ini karena selain bisa belajar bareng, bisa juga saling sharing bacaan Al-quran, ilmu agama, dan lain-lainnya,” tuturnya.
Ia juga mengatakan bahwa membutuhkan setengah tahun untuk bisa membacanya dengan lancar. ”Itu waktu yang cukup lama dan Alhamdulillah sampai sekarang bisa lancar,” jelasnya.
Arif Hadi Umam Pengajar Santri Disabilitas mengatakan pertimbangan dalam komunitas ini untuk warga tuna netra sekitar dan bisa dipinjam. Ia juga mengatakan pertemuan seluruh warga disabilitas pada bulan Ramadhan diadakan setiap selasa dan biasanya juga dua bulan sekali. “Kami juga biasanya mendatangi orang-orang yang posisinya lebih sengsara dari mereka bertujuan untuk mereka lebih bersykur dan menjalani hidup dengan kegembiraan,” jelasnya. (Hadi/Fr)