D-ONENEWS.COM

Oknum Mantan Petinggi Satpol PP laporkan 8 Nama, Di duga Terlibat Penjualan Barang Sitaan Penertiban 

Surabaya,(DOC) – Oknum mantan petinggi Satpol PP kota Surabaya inisial FE yang menjadi tersangka kasus penjualan barang-barang hasil sitaan, melakukan perlawanan atas tuduhannya.

 Melalui kuasa hukumnya Abdurahman Saleh, FE melaporkan 8 nama yang di duga ikut terlibat dalam penjualan barang sitaan di gudang Satpol PP Surabaya. Kedelapan nama tersebut di serahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Rabu(10/8/2022).

8 nama tersebut, tiga orang petugas Satpol PP dan lima nama lainnya tak di sebutkan statusnya.

“Lebih pahamnya pak FE. Pak FE besok akan di periksa kejaksaan,” ungkap Saleh.

Dari tiga nama Satpol PP yang di laporkan FE, salah satunya adalah atasannya sendiri. Kemudian dua anggota Satpol PP lainnya berisinial AM dan P. Sementara untuk 5 orang lainnya yang di laporkan FE berinisial SN, SL, Y, SE dan I. 

Mereka, lanjut dia memiliki tugas masing-masing. Bahkan atasan Satpol PP di tengarai mengetahui penerimaan uang Rp 300 Juta yang di serahkan oleh SN, Y dan SL. 

“Diduga mengetahui dan membiarkan barang sitaan serta peristiwa pidana yang di sangkakan saudara FE. Lalu AM dan P, dua anggota Satpol PP yang bertugas di gudang Tanjung Sari di duga membiarkan dan mendiamkan,” penjelasan laporan FE ke Kejari Surabaya.

Sementara empat orang lainnya, yakni SN, SY, Y dan SL di duga menjual barang sitaan Satpol PP dan menerima uang Rp 500 Juta. 

“Di duga juga menerima uang Rp 300 Juta bersama SY, Y dan SL,” terang laporan FE.

Saleh menyatakan untuk peran inisial I di duga sebagai pihak yang di mintai tolong FE untuk memfasilitasi pertemuan dengan SN, SY, Y dan SL.

Kala itu, FE masih menjabat sebagai Kabidtribunmas di Satpol PP kota Surabaya. Dengan laporan ini, FE lewat kuasa hukumnya meminta Kejari Surabaya melakukan pemeriksaaan. “Apabila bukti-bukti telah memenuhi, kita mendesak Kejaksaan menetapkan nama tersebut sebagai tersangka,” tutup Saleh.

Sementara Kasi Pidsus Kejari Surabaya, Ari Prasetya Panca Atmaja mengaku belum menerima laporan adanya kedatangan kedua Kuasa Hukum dari tersangka FE. Apalagi berkas pengaduan adanya keterlibatan pihak lain dari kasus penjualan barang sitaan Satpol PP Kota Surabaya.

“Saya belum menerima. Mungkin masih di PTSP,” jelas Ari.

Ia menyambut baik adanya laporan tersebut. Namun tentunya laporan harus di sertai bukti yang kuat. “Kalau ada bukti kuat nanti kita tindak lanjuti,” pungkasnya.(hm/r7)

Loading...

baca juga