Pakar Komunikasi dan Ketua DPRD Tak Sepakat Surabaya Dilabeli Warna Hitam, Bikin Gelisah Warga

Foto: Suko Widodo

Surabaya,(DOC) – Tingginya jumlah kasus Covid-19 membuat kota Surabaya mendapat label warna merah pekat ke hitam-hitaman. Pelabelan warna untuk wilayah kota Surabaya ini, sebelumnya disampaikan oleh Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dokter Joni Wahyuhadi.

Ia menjelaskan, pelabelan warna hitam di suatu daerah menunjukkan jumlah kasus Covid-19 sudah lebih dari 1.025 kasus. “Semakin banyak catatan kasusnya, warna di peta sebaran akan semakin pekat hingga berwarna hitam,” ujar Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, seperti dilansir kompas.com, Selasa(2/6/2020).

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini menuai kritikan dari kalangan akademisi Universitas Airlangga (Unair) dan lembaga legislative kota Surabaya.

“Pelabelan warna itu harus hati hati, karena jika terus menerus jadi stigma yang kurang konstruktif,” ucap Suko Widodo pakar komunikasi Unair Surabaya, Rabu(3/6/2020).

Ia menyatakan, label warna hitam untuk Surabaya dengan alasan jumlah kasus Covid-19 sudah lebih dari 1.025 kasus, sangatlah tidak menguntungkan bagi seluruh warga. Menurut Suko, sekarang ini semua pihak sedang membutuhkan optimisme, maka yang diperlukan adalah ikhtiar bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Ia menambahkan, semua pihak diseluruh dunia termasuk Surabaya, sedang menghadapi ‘musuh’ yang sama yakni virus corona (Covid-19). Untuk itu sebaiknya komunikasi publik diisi pesan atau informasi yang bisa bangkitkan optimisme baru.

“Intinya, kita butuh pesan yang meneduhkan. Pesan yang membawa optimism. Mungkin bisa melibatkan semua pihak termasuk kalangan akademisi untuk pendampingan warga,” tandasnya.

Tak jauh beda dengan Suko Widodo, Ketua DPRD kota Surabaya, Adi Sutarwijono juga menyatakan hal yang sama.

Foto: Adi Sutariwjono

Menurut Awi sapaan Adi Sutarwijono, pemberian label warna terhadap suatu daerah yang terpapar Covid-19 harus dipikir dengan baik dan perlu kehati-hatian.

“Harus dilandasi dengan pertimbangan dan kebijaksanaan. Jangan malah membuat masyarakat takut. Gelisah,” tegasnya.

Sebagai perbandingan, lanjut Awi, wilayah DKI Jakarta saja yang jumlah kasus Covid-19 nya lebih besar daripada Surabaya, tidak di labeli warna hitam, atau merah pekat, atau hitam pekat. Tapi cukup dengan warna merah saja.

Baca Juga:  Ketua DPRD Sementara Akhirnya Di Definitifkan

“Toh Kepala BNPB Pusat dan Menteri Kesehatan kemarin memberikan apresiasi positif pada kerja Gugus Tugas Kota Surabaya,” tandasnya.

Artinya, lanjut politisi PDIP Surabaya ini, ada upaya-upaya yang sangat signifikan dari Gugus Tugas Kota Surabaya, baik itu tracing, identifikasi, kemudian penanganannya. Semuanya dengan tujuan memutus penyebaran rantai penyebaran Covid-19 dan melandaikan kurva Surabaya.

“Terlebih dengan datangnya laboratorium test PCR dari BIN dan BNPB yang bisa mendiagnosa warga Surabaya dengan cepat dan massif,” pungkasnya.(robby)

Pos terkait