Para Korban Fotografer Bugil di Himbau Melapor Ke Polisi

Lumajang,(DOC) – Satreskrim Polres Lumajang menghimbau kepada para korban kasus pelecehan seksual terhadap anak yang viral di facebook(FB) dengan account bernama “Mastengsangmaster”, segera melaporkan ke kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH MHum, mengatakan, masyarakat yang merasa telah menjadi korban tak perlu takut untuk melapor ke pihak kepolisian. 

“Masih ada 4 orang korban yang sudah melapor. Kami juga mempersilahkan, jika ada yang merasa jadi korban para pelaku ini. Kami jamin keselamatan dan akan melindungi kerahasiaannya dari berbagai sumber,” tandasnya kepada sejumlah awak media, Jumat(24/8/2018). 

Dari keterangan tersangka, terdapat 40 model talent yang menjadi korban kameranya.

“Sampai saat ini masih ada 4 orang yang sudah melaporkan ke Polisi,” ujar Hasran.

Lebih lanjut, mantan Kasat Reskoba Polres Jombang ini, menyatakan, modus pelaku ini sebagai profesi photografer dan pemilik account facebook “Mastengsangmaster”, awalnya tugas menjalin pertemanan dengan Anak perempuan yang dikenal melalui media sosial, selanjutnya diajak hunting pro model hingga tanpa busana.

“Hasilnya photografer dijadikan sebagai sarana memaksa anak untuk menuruti kehendak pelaku dalam melakukan perbuatan cabul secara bersama sama dan persetubuhan. Apabila korban menolak diancam photo tanpa busana akan di viralkan oleh pelaku,” jelas Hasran.

Mastenk adalah nama pemilik akun FB “Mastenk Sangmaster” dan instragram “mastenksangmaster” bersama kedua rekannya yakni Ahmat Rostandi al Krai Shoot pemilik account Instagram ar_kraishoot) pelaku persetubuhan terhadap anak, dan Ahmad Nuril Lakis (24) juru camera, saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Lumajang. 

Ada tiga perbuatan pidana yang dikenakan yakni Pelibatan Anak Dalam Kegiatannya sebagai obyek yang mengandung pornografi, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 Jo Pasal 11 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Perbuatan Cabul terhadap Anak dibawah umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, Persetubuhan terhadap Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan terhadap Anak.

“Pastinya ketiga tersangka kami kenakan pasal berlapis, karena tindak pidananya sudah memenuhi unsur dari beberapa pasal dan Undang-undang tindak pidana dan PPA,” Tegasnya.

Lebih lanjut, AKP Hasran menjelaskan, pelaku ini melakukan kegiatan sudah 2 tahun yakni mulai tahun 2016 sampai 2018. Obyek Photo Pro Model mayoritas anak perempuan yang berdomisili di Lumajang,  Jember dan Malang. Kesemuanya dikenal melalui jaringan media sosial dan sempat diajak hunting photo pro-model.

Sedangkan lokasi tempat pemotretan, yaitu kuburan cina kelurahan Rogotunan kec/Kab.Lumajang, rumah kosong di jalan Pelita, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, rumah kosong di Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, dan Loji nPG Jatiroto, Desa Kaliboto Kidul, Jatiroto.

“Ada juga di wisata Sumberwuluh, Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Wisata Mbah Singo Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Bangunan Gedung bekas Plaza, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember,” Pungkasnya.(mam/r7)