PD Pasar Surya Beri Penyuluhan dan Mendata Pedagang untuk Vaksinasi Covid-19

Surabaya, (DOC) – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya melakukan sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk pedagang. Sosialisasi itu ditindaklanjuti dengan mendata nama-nama pedagang yang akan didaftarkan ikut vaksinasi.

Sementara pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

Bacaan Lainnya

Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya Muhibuddin mengungkapkan, sosialisasi dan pendataan itu mulai dilakukan di Pasar Kapasan dan Pasar Pucang Anom. Setelah itu, sosialisasi dan pendataan vaksinasi Covid-19 pedagang juga digelar di pasar-pasar lain yang masuk dalam pengelolaan PD Pasar Surya. “Kami berharap nama-nama pedagang secepatnya terkumpul. Selanjutnya, data tersebut segera kita kirimkan ke Pemkot Surabaya,” ujar dia, Kamis (18/2021).

Lebih jauh, Muhibuddin menjelaskan, ada sekitar 21.000 pedagang di 67 pasar aktif yang masuk dalam pengelolaan PD Pasar Surya. Dia berharap seluruh pedagang bersedia mengikuti vaksinasi tersebut. Hal ini sebagai ikhtiar dan pencegahan terhadap penularan Covid-19.

Namun, Muhibuddin memahami bahwa belum tentu semua pedagang mengikuti vaksinasi Covid-19 di pasar. Hal ini bisa terjadi dengan alasan yang berbeda-beda.
Misalnya, ada pedagang yang kemungkinan masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG). “Mungkin juga ada pedagang yang sudah ikut vaksinasi di puskesmas di daerah tempat tinggalnya,” terang dia.

Terlepas dari itu, Muhibuddin menyatakan pentingnya penyuluhan tentang vaksinasi Covid-19 ini. Para pedagang perlu diberikan pemahaman tentang dampak dan keuntungan setelah disuntik vaksin Covid-19.

Menurut dia, penyuluhan ini penting karena masih ada penolakan atas vaksinasi. “Saya kira tidak hanya di pasar, di masyarakat pun ada yang menolak vaksinasi. Karena itulah dibutuhkan penyuluhan oleh pihak terkait,”tandas dia,

Di sisi lain, Muhibuddin berharap pelaksanaan vaksinasi bagi pedagang ini, nantinya bisa digelar di sekitar lokasi pasar. Pertimbangannya, pedagang umumnya tidak mau meninggalkan tempat berjualan. “Ya, agar mereka tidak meninggalkan aktivitasnya berdagang dan pelaksanaannya lebih efektif,” imbuh dia.

Baca Juga:  Keberadaan Minimarket Perlu Ditinjau Ulang, Pemerintah Juga Perlu Kaji Perda

Dalam hal ini, Muhibuddin berkaca pada pelaksanaan rapid test dan swab test massal yang dilaksanakan di beberapa pasar. Dengan metode jemput bola, sasaran yang dituju akan lebih efektif. (dhi/fr)

Pos terkait