D-ONENEWS.COM

Pedagang Hitech Mall Gelar Aksi Lagi Didepan Balaikota Surabaya

Surabaya,(DOC) – Para pedagang elektronik Hi-tech Mall kembali menggelar aksi di depan Balaikota Surabaya, Senin(18/2/2019). Mereka yang mengatasnamakan Paguyuban Pedagang Surabaya Mall (PPSM) menolak upaya pengosongan gedung di THR Mall Surabaya.

Rencana per 1 April nanti, gedung THR Mall yang selama ini di kelola oleh PT Sasana Boga harus dikembalikan ke Pemkot Surabaya, karena masa kerjasamanya telah berakhir. Untuk itu para pedagang menuntut Pemkot memperbolehkan mereka tetap berjualan.

“Dikosongkan oleh Pemkot untuk dialih fungsikan sebagai gedung kesenian. Tanggal 7 Februari lalu, para pedagang minta audiensi, agar di bulan Maret tidak ada pengosongan,” ungkap Sugiharto, coordinator aksi PPSM.

Lahan Hi-tech Mall memang milik Pemkot Surabaya yang selama ini di kelola oleh PT Sasana Boga. Kerjasama berakhir pada 31 Maret dan tidak akan diperpanjang lagi oleh pemilik lahan.

“Pemkot tidak akan memperpanjang pengelolaan itu. Jadi masa sewanya berakhir 31 Maret. Artinya juga, per 1 April pengelolaan akan dikembalikan ke Pemkot Surabaya. PT Sasana Boga sudah berkirim surat pengembalian gedung dalam keadaan baik dan kosong. Untuk kita menggelar aksi untuk menyampaikan tuntutan kita yang tidak mau pergi karena sejak dulu sampai sekarang kami masih kerja di sana,” paparnya.

Sementara itu, unjuk rasa ini ditemui perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas). Kepala Bidang Penanganan Strategis Bakesbang Linmas. Henry P Simanjuntak mengatakan memang Hitech Mal masa sewa PT Sasana Boga sudah hendak berakhir.

Dijelaskan, berdasaran perjanjian hukum sewa PT Sasana Boga berakhir 31 Maret 2019. Lantas, 1 April 2019 PT Sasana Boga akan menyerahkan bangunan ke Pemkot Surabaya.

“Saat itu (1 April 2019), PT Sasana Boga akan memberikan gedung dalam keadaan baik, bersih, dan kosong,” terang Henry.

Mengenai tuntutan para pedagang Hi-tech Mall, kata Henry, akan disampaikan ke Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.

“Saya tidak memiliki kapasitas untuk mengambil keputusan tersebut,” pungkasnya.(robby/r7)

Loading...

baca juga