
Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya tengah menyeleksi 24 pelamar untuk mengisi tiga posisi Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS). Berbeda dari badan usaha pada umumnya, kandidat bos baru taman satwa tertua ini tak cukup hanya jago bisnis, tetapi wajib memiliki kepedulian tinggi terhadap konservasi dan kesejahteraan satwa.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa keahlian manajerial saja tidak memadai untuk memimpin KBS. Direksi terpilih dituntut mampu menjaga profitabilitas perusahaan tanpa mengesampingkan fungsi edukasi, sosial, dan perlindungan lingkungan.
“Pengelolaan KBS memiliki karakteristik yang berbeda. Kami membutuhkan direksi yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial dan bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap satwa liar serta memahami aspek konservasi,” ujar Syamsul, Rabu (5/8/2026).
Pendaftaran yang dibuka pada 13–31 Juli 2026 tersebut mencatat 24 pendaftar, dengan rincian 8 pelamar posisi Direktur Utama, 11 pelamar Direktur Operasional dan Umum, serta 5 pelamar Direktur Keuangan dan SDM.
Untuk menyaring pimpinan yang ideal, Pemkot Surabaya melibatkan tim independen lintas disiplin ilmu. Proses seleksi turut menggandeng Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, akademisi, hingga pakar kedokteran hewan, hukum, dan ekonomi.
Para calon yang lolos seleksi administrasi berbasis PP No. 54/2017 akan menjalani uji psikologi untuk mengukur karakter, kepemimpinan, dan kompetensi jabatan sesuai Permendagri No. 37/2018. Pemkot menjamin seluruh proses seleksi berjalan objektif dan transparan demi melahirkan kepemimpinan KBS yang berkelanjutan.





