Perluasan TPU Keputih, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli 1.800 Meter Persegi

Perluasan TPU Keputih, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli 1.800 Meter Persegi
Penertiban Bangli untuk perluasan makam. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC)Pemkot Surabaya menertibkan bangunan liar (bangli) seluas 1.800 meter persegi di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Senin (3/8/2026). Langkah tegas ini diambil mendesak karena kapasitas lahan TPU Keputih seluas 35 hektare saat ini sudah hampir penuh.

Kepala UPTD Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Khoirun Nisa, menjelaskan bahwa lahan yang diamankan merupakan aset Pemkot Surabaya yang tersebar di beberapa titik, termasuk sisi selatan dan timur kawasan pemakaman. Seluruh area tersebut akan dikembalikan ke fungsi utamanya untuk menambah kapasitas makam warga Surabaya.

Bacaan Lainnya

“Area makam TPU Keputih sekarang 35 hektare dan sudah hampir penuh. Jadi kami harus mulai memprediksi dan mempersiapkan area tambahan di sekitarnya,” ujar Nisa, Rabu (5/8/2026).

Nisa menambahkan, proses penertiban berjalan kondusif dan tanpa gejolak karena pendekatan persuasif serta sosialisasi telah dilakukan sejak Agustus 2025. Sebanyak lima kepala keluarga (KK) yang terdampak bahkan memilih untuk membongkar bangunannya secara mandiri.

Setelah penertiban, DLH Surabaya bersama Perangkat Daerah (PD) terkait akan langsung meratakan tanah sebelum memasuki musim hujan. Langkah percepatan ini dilakukan agar area pemakaman baru yang terbagi dalam blok muslim dan nonmuslim tersebut sudah siap digunakan pada tahun depan.

Selain bangunan liar, DLH Surabaya juga mengimbau para pengepul barang bekas di sekitar TPU Keputih agar merapikan tempat usahanya dan tidak meluas hingga merambah area pemakaman. Pemkot berharap warga yang masih menempati aset daerah di sekitar TPU dapat secara sukarela mengembalikan lahan tersebut demi kepentingan publik.

“Kami memohon kebesaran hati warga. Aset yang ada di Pemkot Surabaya ini bukan untuk pemerintah sendiri, melainkan untuk kepentingan seluruh masyarakat Surabaya,” tegas Nisa.

Pos terkait