
Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya akan menggelar Lomba Kampung Pancasila yang dijadwalkan berlangsung mulai September hingga Desember 2026. Kompetisi tingkat kota ini mewajibkan keterlibatan seluruh Rukun Warga (RW) di 153 kelurahan bersama seluruh Rukun Tetangga (RT) di wilayah masing-masing.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto menyampaikan bahwa ajang ini bertujuan menguatkan kemandirian dan kesadaran masyarakat berbasis empat pilar utama.
“Peluncuran (launching) dan pendaftaran secara online akan dimulai pada September 2026. Seluruh tahapan akan berakhir di bulan Desember. Kami mewajibkan seluruh RW di 153 kelurahan untuk mendaftar bersama seluruh RT di dalamnya,” ujar Irvan, Rabu (19/8/2026).
Irvan menjelaskan, penilaian Lomba Kampung Pancasila bertumpu pada empat pilar yaitu, Lingkungan yang berfokus pada pengelolaan dan pemilahan sampah mandiri dari tingkat rumah tangga.
Pilar kedua adalah Kemasyarakatan untuk menilai penguatan keamanan lingkungan, seperti efektivitas Poskamling, pemanfaatan CCTV, hingga upaya pencegahan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ketiga adalah Ekonomi yang menyoroti kemandirian ekonomi, geliat UMKM, serta kepedulian sosial seperti budaya gotong royong warga mampu membantu warga kurang mampu.
Pilar keempat, Sosial Budaya yang mencakup pemantauan sektor kesehatan, akses pendidikan, hingga penanganan anak putus sekolah. Meski seluruh pilar saling terintegrasi, Irvan menegaskan bahwa pilar lingkungan dan ekonomi memiliki bobot penilaian terbesar.
“Dua pilar ini menjadi fokus utama yang disokong oleh pilar kemasyarakatan dan sosial budaya. Pengelolaan sampah dan kepedulian ekonomi warga akan sangat menentukan porsi skor,” paparnya.
Tahapan seleksi kompetisi ini terdiri dari pendaftaran online, seleksi administrasi, hingga verifikasi lapangan bergelombang.
Pada tahap seleksi administrasi, Pemkot Surabaya memanfaatkan data self-assessment yang diisi secara rutin oleh RT dan RW pada aplikasi Sayang Warga. Oleh karena itu, Irvan meminta pengurus RT/RW memastikan pengisian data oleh Kader Surabaya Hebat (KSH) berjalan akurat.
“Setiap bulan Pak RT dan Pak RW kan melakukan self-assessment via aplikasi Sayang Warga yang diinput oleh ibu-ibu KSH. Data ini akan memunculkan skor awal yang dinilai secara langsung dalam seleksi administrasi,” kata Irvan.
Dari total 1.360 RW di Surabaya yang terdaftar, proses seleksi dan verifikasi lapangan oleh tim juri independen (terdiri dari perangkat daerah, akademisi, media, dan praktisi) akan menyaring peserta secara bertahap dimulai dari verifikasi lapangan tahap I dengan menyaring 1.360 RW menjadi 500 RW Terbaik.
“Lalu ada tahap verifikasi lapangan kedua untuk menyaring 500 RW menjadi 200 RW terbaik. Dari 200 RW yang terpilih akan akan dibagi ke dalam dua kategori berdasarkan skala wilayah, kategori RW A untuk wilayah yang memiliki lebih dari 10 RT, dan kategori RW B yang memiliki kurang dari 10 RT,” terangnya.
Menjelang launching pada September mendatang, Pemkot Surabaya menginstruksikan seluruh Perangkat Daerah (PD) pengampu untuk aktif mendampingi serta memberikan edukasi kepada pengurus RT dan RW di seluruh wilayah Surabaya.





