Situbondo,(DOC) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) segera menyalurkan bantuan bronjong untuk memperbaiki Dam Siguwo di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo. Infrastruktur vital ini mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada 3 Februari 2025.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa perbaikan dam ini sangat penting. Supaya kembali dapat mengaliri sekitar 230 hektare lahan pertanian di Desa Kendit dan Desa Tambak Ukir.
“Kami akan membangun bronjong di sini. Selain itu, infrastruktur lain yang terdampak banjir, seperti jembatan dan 118 rumah warga, juga akan segera kami bangun kembali,” ujar Emil Dardak saat meninjau lokasi bencana bersama Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Kamis(06/03/2025).
Dam Siguwo merupakan salah satu dari sejumlah infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang di Kecamatan Kendit, Situbondo. Hingga kini, kerusakan tersebut belum sepenuhnya diperbaiki, sehingga mengganggu aktivitas pertanian warga.
“Ini (Dam Siguwo) hanya salah satu dari banyak titik yang terdampak luapan air sungai di Kecamatan Kendit pada bulan lalu,” tambah Emil.
Dam ini memiliki peran krusial. Karena mampu menyelamatkan 65 hektare lahan pertanian di Desa Tambak Ukir dan 165 hektare di Desa Kendit. Namun, dengan jebolnya dam tersebut, lahan pertanian di Desa Kendit seluas 165 hektare tidak dapat teraliri air. Sementara 65 hektare lahan di Desa Tambak Ukir masih bisa mendapatkan pasokan air.
Warga Bangun Saluran Irigasi Secara Mandiri
Di tengah kondisi sulit ini, Emil Dardak mengapresiasi kegigihan masyarakat setempat yang berinisiatif membangun saluran irigasi sementara. Warga memakai drum-drum bekas yang di sambung hingga menyerupai pipa raksasa sebagai sarana mengairi sawah mereka.
“Untuk mengairi lahan pertanian 165 hektare, warga memiliki solusi dengan kreativitas dan gotong royong. Mereka membangun saluran air dari drum-drum bekas yang di sambung hingga membentuk pipa. Ini solusi yang sangat bagus,” puji Emil.
Sementara itu, Ketua Himpunan Petani Pengguna Air (Hippa) Desa Tambak Ukir, Taufik Lutfi, berharap Dam Siguwo segera dibangun kembali agar sistem irigasi pertanian di wilayah tersebut dapat kembali berfungsi dengan normal.
“Akibat rusaknya Dam Siguwo, ada 65 hektare sawah di Desa Tambak Ukir dan 165 hektare di Desa Kendit yang terdampak dan tidak bisa mendapatkan pasokan air,” ungkapnya.(wafik/r7)





