Surabaya,(DOC) – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, memaparkan perkembangan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang masih menyisakan ratusan ribu kepala keluarga (KK) belum terkonfirmasi.
Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di kantor eks Humas Pemkot Surabaya, Kamis (19/2/2026).
Angka Terus Menurun
Yona menjelaskan, awalnya sistem mencatat 250.185 KK belum ditemukan. Setelah koordinasi dengan Dispendukcapil pada 20 Januari, jumlah itu turun menjadi 197.594 KK.
Kini, angka terbaru menunjukkan 181.867 KK belum terverifikasi. Artinya, tim berhasil menurunkan sekitar 15 ribu data dalam periode terakhir.
“Saya di 12 titik reses bicara DTSEN. Awalnya 250 ribu lebih, lalu turun jadi 197 ribu, sekarang 181 ribu,” ujarnya.
Setiap Hari Temukan 524 KK
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan tim menemukan rata-rata 524 KK setiap hari.
Pemerintah mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan survei lapangan. Petugas mendatangi alamat warga dan mencocokkan data administrasi secara langsung.
“Setiap hari kami menemukan ratusan KK. ASN turun setelah mendapat pembekalan,” katanya.
Migrasi dan Penolakan Survei Jadi Kendala
Yona mengungkapkan mayoritas kendala muncul karena perpindahan penduduk yang tidak terkonfirmasi.
Banyak warga pindah lintas kelurahan, antar kecamatan, bahkan ke luar kota tanpa memperbarui administrasi.
Selain itu, sebagian warga di kawasan perumahan menengah atas dan apartemen menolak kedatangan petugas survei.
“Ada migrasi yang tidak terkonfirmasi dan ada juga penolakan survei di klaster premium,” tegasnya.
NIK Akan Ditertibkan Sementara
Yona menyatakan pemerintah akan menertibkan sementara NIK warga yang belum terkonfirmasi. Langkah itu bertujuan mendorong warga segera melakukan validasi data. “Kalau tidak terkonfirmasi dalam DTSEN, kami tertibkan sementara agar muncul respons,” jelasnya.
Libatkan RT dan RW
Dalam agenda reses, Yona menemukan banyak RT dan RW belum memahami program DTSEN secara utuh. Ia meminta Pemkot Surabaya mengirim surat resmi kepada seluruh ketua RT dan RW agar mereka aktif menyosialisasikan program ini.
Menurutnya, 1.360 RW dan 9.149 RT bisa mempercepat validasi jika ikut bergerak.
Warga dapat mengecek status pendataan melalui laman cekin.surabaya.go.id.
Target Tuntas 31 Maret
Pemerintah menargetkan validasi 1.026.192 KK selesai sebelum 31 Maret 2026.
Yona optimistis target itu tercapai jika warga aktif mengecek data dan aparat wilayah membantu sosialisasi.
“Kalau RT dan RW bergerak seperti saat DPT Online, prosesnya akan jauh lebih cepat,” pungkasnya. (r7)





