
Tokyo,(DOC) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirimkan tiga kepala sekolah untuk bergabung dalam program pertukaran ASEAN – Japan Exchange for Secondary School Educators 2025 di Jepang, pada 22–29 Juni 2025.
Program ini menjadi ajang penting untuk membangun wawasan global para pendidik serta memperluas pemahaman budaya antarnegara.
Salah satu peserta, Evy Nurhidayati, Kepala SMP MBS Zam-Zam Cilongok, mengaku bersyukur bisa bergabung di forum tingkat Asia tersebut. Ia menyebut program ini sebagai momentum untuk menanamkan pola pikir global dalam kepemimpinan sekolah.
“Saya berharap bisa membangun jejaring, belajar dari sistem pendidikan Jepang, dan membagikan praktik baik kepada komunitas sekolah kami di Indonesia,” ujar Evy.
Direktur KSPTK Kemendikdasmen, Iwan Junaedi, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepala sekolah sebagai pemimpin transformasional.
“Pendidikan kita tak bisa lagi berpikir lokal semata. Kita perlu membangun pemimpin sekolah yang bisa membaca tantangan global dan membawa nilai-nilai kemanusiaan lintas budaya ke ruang kelas,” katanya.
Selama di Jepang, para peserta akan berdialog dengan pendidik dari negara lain, mengunjungi institusi pendidikan, dan mempelajari bagaimana Jepang menangani isu global seperti perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, serta pendidikan karakter.
Selain pertukaran gagasan, kegiatan ini mendorong terbentuknya pola pikir terbuka dan kesadaran antarbudaya di kalangan pendidik. Semua itu merupakan bekal penting dalam membangun pendidikan yang relevan di era global. (r6)





