Lumajang, (DOC) – Aktivitas vulkanik Gunung Lamongan kembali meningkat, mencatat 82 kali gempa dalam kurun waktu tertentu. Kondisi ini mendorong berbagai pihak, terutama masyarakat sekitar, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Eko Teguh Paripurno, Ketua Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta, menegaskan bahwa peningkatan aktivitas seismik ini merupakan indikasi bahwa Gunung Lamongan perlu di pantau. Di pantau secara serius. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak panik.
“Masyarakat harus memahami karakteristik Gunung Lamongan dan mengetahui posisi tempat tinggal mereka dalam zona bahaya,” ujar Eko.
Ia juga mengingatkan masyarakat Lumajang untuk mewaspadai peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lamongan. Menurutnya, peningkatan aktivitas seismik yang tercatat merupakan indikasi bahwa gunung api tersebut perlu di pantau secara ketat.
“Masyarakat harus memahami risiko yang terkait dengan tinggal di dekat gunung berapi dan mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana,” tegas Eko.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Serta menghindari aktivitas di sekitar puncak gunung.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.
“Penting bagi masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dan arahan dari pihak berwenang,” ujarnya. (Imam)