Lumajang,(DOC) – Menjelang Idul Adha, permintaan sapi kurban di Kabupaten Lumajang meningkat drastis. Peternak sapi di Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung, Slamet Banyulangit, mengatakan penjualan di peternakannya, Kandang Mandiri Farm, melonjak di banding tahun lalu.
Slamet menyebutkan sudah terjual sekitar 10 ekor sapi, beberapa di antaranya berbobot besar hingga 1,2 ton. Harga sapi jumbo itu bervariasi, mulai dari Rp 50 juta hingga lebih dari Rp 80 juta per ekor.
“Tiga ekor sapi beratnya 1,2 ton di beli pembeli dari Jakarta. Harga untuk sapi sebesar ini biasanya di atas Rp 80 juta,” ujar Slamet saat di temui, Selasa(27/5/2025).
Sapi berbobot 800 kilogram di banderol mulai Rp 50 juta, Rp 60 juta, hingga Rp 75 juta. Harga tergantung jenis dan ukuran sapi.
Kandang Mandiri Farm memelihara beberapa jenis sapi seperti Simental, Limousin, dan Karolis. Sapi jenis Karolis biasanya di hargai lebih tinggi.
Slamet menjelaskan penjualan dilakukan lewat berbagai cara. Ada pembeli yang datang langsung ke kandang, ada yang pesan online maupun offline. Menjual lewat pasar hewan sering kali membuat harga lebih murah, sehingga mereka memilih jual langsung atau online.
Slamet menegaskan perawatan sapi menjelang Idul Adha sangat ketat. Sapi di mandikan tiga kali sehari dan di beri makan jomboran rutin. Kandang di bersihkan setiap pagi oleh dua orang karyawan khusus.
“Kami menjaga kebersihan dan kesehatan sapi agar kualitas tetap prima,” jelas Slamet.
Peternakan ini dirintis oleh Bahul, warga asal Lumajang yang kini tinggal di Malaysia sejak 2004. Awalnya hanya hobi, kini Bahul mengembangkan usaha peternakan ini secara serius. Bahkan sapi dari kandang ini sering ikut kontes.
“Dari hobi, kini sudah serius dengan kandang sendiri dan sering ikut kontes,” pungkas Slamet.
Saat ini, peternakan masih memiliki sekitar 12 ekor sapi jumbo siap jual untuk Idul Adha.(imam)





