D-ONENEWS.COM

Penyelam Pencari Lion Air Dimakamkan di Surabaya

Surabaya, (DOC) – Seorang penyelam relawan Basarnas dalam tim Pencarian korban Lion Air gugur saat bertugas. Penyelam relawan, Syachrul Anto Idrus (48) telah dimakamkan di Bendul Merisi, Surabaya, Sabtu (3/11).

Syachrul Anto meninggal dunia dalam misi kemanusiaan, mengevakuasi Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Jumat (2/11) petang. Mendiang diketahui meninggal usai menjalani sif tugas sore.

Syachrul merupakan anggota Indonesia Diver Rescue yang bergabung dalam tim Basarnas. Anto meninggal dunia saat menjalankan tugasnya mengevakuasi pesawat Lion Air.

Anto cukup aktif dalam misi kemanusiaan. Pada tahun 2015 lalu, Anto juga ikut dalam misi mencari korban pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata. Sebelum menjalankan misi untuk Lion Air, Anto baru saja pulang dari Palu membantu korban gempa dan tsunami.

“Bapak itu tidak bisa bilang tidak kalau tenaganya dibutuhkan untuk misi sosial. Apalagi bila musibah nasional. Dia juga sepuluh hari di Palu Donggala menjadi relawan pencari jenazah,” kenang Lyan Kurniawati, istri Syachrul saat ditemui di kediamannya di Jalan Bendul Merisi Utara VIII, Wonocolo Surabaya.

Anto juga terdaftar dalam Yayasan Terumbu Rupa yang mengkampanyekan peduli terumbu karang saat traveling.

Sabtu (3/11) pagi jenazah Syachrul telah diterima pihak keluarga di Surabaya. Jenazah yang telah disalatkan beserta kerabat dan keluarga kemudian dikebumikan di TPU Bendul Merisi yang berjarak 200 meter dari rumah duka usai ibadah Salat Dhuhur.

Meninggal Karena Dekompresi

Dansatgas SAR, Kolonel Laut (P) Isswarto mengatakan, Anto meninggal karena dekompresi.

“Diduga dekompresi karena tekanan, bekerja tidak tahu waktu, harusnya naiknya pelan-pelan, lima meter berhenti dulu, sampai muncul (ke permukaan), dia mungkin langsung,” kata Isswarto kepada media.

Menurut Isswarto, harusnya penyelaman pencarian korban Lion Air berakhir pada pukul 16.00 WIB, karena kondisi gelap dan cuaca yang kurang bersahabat. Namun, korban masih berada di bawah laut hingga pukul 16.30 WIB. “Korban dari sipil, penyelam Basarnas,” kata Isswarto. (Pbr)

Loading...

baca juga