Surabaya,(DOC) – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk memastikan keandalan pasokan dan penyaluran gas bumi di Jawa Timur selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Kepastian tersebut di peroleh melalui kegiatan monitoring langsung ke sejumlah pelanggan dan fasilitas offtake station PGN.
Sinergi antara regulator dan badan usaha niaga ini menjadi langkah strategis untuk menjamin kontinuitas distribusi gas bumi bagi seluruh segmen pelanggan, mulai dari industri, komersial, hingga rumah tangga, seiring meningkatnya kebutuhan energi selama masa libur panjang.
Kegiatan monitoring di pimpin Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, di dampingi Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana, Direktur Teknik dan Operasi Pertagas Agung Indri Pramantyo, serta General Manager PGN Sales Operation Region (SOR) III Hedi Hedianto bersama jajaran terkait.
Wahyudi Anas menegaskan bahwa kondisi suplai gas bumi selama periode Nataru berada dalam kondisi aman tanpa kendala operasional.
“Suplai gas bumi selama perayaan Natal dan Tahun Baru dalam kondisi sangat aman dan tidak mengalami gangguan operasional,” ujarnya, Selasa (30/12).
Ia menjelaskan, kapasitas pasokan gas relatif lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sistem distribusi dan pengangkutan berjalan normal, sementara pasokan ke sektor kelistrikan juga terjaga stabil.
Salah satu lokasi yang di kunjungi adalah Rumah Sakit William Booth Surabaya, yang telah menggunakan gas bumi sejak 1998. Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa selama lebih dari dua dekade pemanfaatan gas bumi, tidak pernah terjadi gangguan pasokan. Selain andal, penggunaan gas bumi juga memberikan efisiensi biaya hingga sekitar 53 persen.
Kunjungan Lapangan
Kunjungan lapangan juga di lakukan ke PT Indospring Tbk di Gresik, pelanggan sektor industri dengan konsumsi gas sekitar 1,2 juta standar kaki kubik per bulan. Perusahaan tersebut tengah mengembangkan kawasan industri dan menambah fasilitas pabrik baru, sehingga keberlanjutan pasokan gas bumi menjadi faktor penting dalam mendukung ekspansi usaha.
Menurut Wahyudi, kegiatan monitoring ini menegaskan peran seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keandalan energi nasional.
“Kunjungan ke sektor industri dan rumah sakit ini menjadi penegasan peran regulator, operator pipa, serta badan usaha niaga agar kontinuitas penyaluran gas bumi tetap terjaga,” katanya.
Dari sisi operator niaga, Eri Surya Kelana menyampaikan bahwa PGN telah membentuk Satgas Nataru sejak November hingga 11 Januari 2026. Satgas tersebut bertugas memastikan kesiapan operasional selama periode libur panjang.
“Terdapat tiga strategi utama, yaitu memastikan keandalan infrastruktur, pemenuhan kontrak pasok, serta penerapan reliability strategy. Kami juga menyiapkan pasokan alternatif melalui beyond pipeline seperti Compressed Natural Gas (CNG),” jelas Eri.
Sementara itu, Hedi Hedianto mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran gas bumi selama Nataru di wilayah SOR III berada di kisaran 236–241 BBTUD. Sebagian besar pasokan di alokasikan untuk pembangkit listrik, termasuk Tambak Lorok, Gresik, dan Batang.
Hedi memastikan kesiapan layanan gas bumi di wilayah Jawa Timur berjalan optimal sehingga seluruh sektor pelanggan dapat menikmati pasokan energi yang aman dan andal selama Nataru.
“PGN berkomitmen menjaga keandalan suplai gas bumi bagi seluruh pelanggan, khususnya di masa libur panjang,” pungkasnya. (r6)





