Pimpinan Parpol Dan Birokrasi Susun Visi Misi Risma – Wisnu

Surabaya,(DOC) – Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana mengungkapkan, sebelum pendaftaran calon Cawali dan Cawawali di KPU, pihaknya akan membentuk tim khusus yang menyusun visi-misi  arah pemerintahan Surabaya dalam 5 tahun ke depan. Cawawali incumbent asal PDIP ini mengatakan, tim khusus tersebut anggotanya terdiri dari perwakilan partai dan birokrasi. “Memang ada kesepakatan untuk membentuk tim khusus, dari partai maupun internal pemerintahan,” ujar Putra Mantan Sekjen DPP PDIP Ir. Sutjipto.Minggu (14/6/2015)

Tim khusus dari internal pemerintahan ditunjuk oleh Walikota, sedangkan untuk perwakilan partai yaitu pimpinan partai koalisi. Meski begitu, Wisnu enggan menyebutkan berapa jumlah tim kecil tersebut, namun ia memastikan tim khusus tersebut sudah terbentuk, dan melakukan komunikasi. “Gak perlu saya sebutkan berapa orang dan siapa saja, namun komunikais sudah berjalan,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Tim khusus tersebut merupaakan embrio yang mempertemukan komunikasi antara partai dan pemerintahan. Menurutnya Walikota Tri Rismaharini tidak perlu harus datang ke kantor DPC PDIP Surabaya guna menyampaikan arah kebijakannya. “Bagi kita pemerintahan yang berjalan sesuai dengan visi-misi partai itu sudah cukup. Meletakkan pemerintahan Surabaya, sebagai pemerintahan PDIP Perjuangan pondasinya sudah jelas,” terang alumnus ITS Surabaya.

Sebelumnya, untuk menciptakan perjalanan pemerintahan yang efektif, PDIP telah menggagas komunikasi tiga pilar yang melibatkan partai, Eksekutif dan legislatif. Sebagai salah satu syarat tiga pilar, adalah kepala daerah merupakan petugas partai. Untuk itu, sebelum mencalonkan diri sebagai Calon Walikota periode kedua, Wisnu mengungkapkan, bahwa Tri Rismaharini telah mendaftarkan diri ke DPC PDIP Surabaya. “Sebelum mencalonkan, beliau ( Tri rismaharini) mendaftarkan diri ke kantor DPC PDIP Surabaya,” ungkapnya.

Menurut Wisnu Sakti Buana, Kepala daerah yang berasal dari partai tidak harus menjadi pengurus partai. Ada beberapa kader yuang disiapkan partai untuk mengisi jabatan di eksekutif dan legislatif. “Tidak semua kepala daerah harus menjadi pengurus partai,” tegasnya.

Ketua DPC PDIP Surabaya ini mengungkapkan, meski berasal dari kalangan birokrat, namun Walikota Tri Rismaharini telah menjadi kader PDIP. “Bu risma(Tri Rismaharini,red) sudah memiliki Kartu Anggota(KTA) dua bulan yang lalu.  Memang Launchingnya baru akan dilakukan saat pendaftaran pemilukada,” katanya.

Wisnu menyatakan, jika terpilih nanti dirinya akan tetap mendampingi Walikota selama 5 tahun ke depan. Ia menepis anggapan, akan ada pergantian dalam pertengahan pemerintahan. “Cabang sudah sampaikan ke DPP, bahwa pemerintahan akan tetap selama 5 tahun,” tegasnya.

Ia mengakui, berdasarkan pengalaman pada periode kedua, memang ada penyiapan penerus berikutnya yang juga dari PDIP. Tapi hal itu dilakuakn selama 5 tahun prosesnya. “Penyiapan penerus memang iya, tapi selama 5 tahun kepemimpinan. Bukan plot pergantian dua setengah tahun. Gak ada itu,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya. (k4/r7)